BRI Danareksa Sekuritas pada hari ini (24/10) resmi meluncurkan aplikasi BRIGHTS Easy/Khoirifa
Jakarta – BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) sebagai anak usaha dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada hari ini (24/10) secara resmi meluncurkan aplikasi BRIGHTS Easy, bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman edukasi dan literasi keuangan pasar modal untuk ekosistem BRI Group antara PT Bursa Efek Indonesia (BEI), BRI dan BRIDS.
SEVP Retail & IT BRIDS, Fifi Virgantria, mengatakan bahwa dengan adanya nota kesepahaman tersebut, BRIDS menargetkan akan mengakuisisi sebanyak 75 ribu nasabah baru di 2024 atau mengalami peningkatan sekitar 25 persen.
Baca juga: BRI Danareksa Sekuritas Targetkan 5 Emiten IPO di 2024, Ini Bocorannya
“Terkait target (nasabah) 25 persen peningkatannya, target kami akan mengakuisisi kurang lebih 75 ribu nasabah baru,” ucap Fifi dalam Konferensi Pers di Jakarta, 24 Oktober 2023.
Sementara, Direktur Utama BRIDS, Laksono Widodo pada sambutannya, juga mengungkapkan bahwa BRIGHTS Easy ditujukan untuk memberikan kemudahan dalam berinvestasi, khususnya kepada investor pemula yang juga terdiri dari kalangan milenial dan gen z, agar dapat berinvestasi secara cerdas dan tanpa batas.
“Kami berharap diluncurkannya aplikasi BRIGHTS Easy ini dapat berkontribusi signifikan terhadap kinerja online brokerage perusahaan ke depannya, baik kepada pertumbuhan akuisisi nasabah maupun peningkatan jumlah transaksi,” ujar Laksono.
Baca juga: Danareksa dan CITIC Environment Investment Kembangkan Kawasan Industri RI
Di sisi lain, Direktur Bisnis Konsumer BRI, Handayani menyampaikan bahwa, BRI memiliki komitmen penuh untuk melakukan kegiatan edukasi dan literasi keuangan, baik kepada seluruh pihak yang tergabung ke dalam ekosistem BRI Group maupun masyarakat luas.
“Hal ini bertujuan untuk mendukung perkembangan pasar modal Indonesia, serta demi mendukung tercapainya visi BRI Group menjadi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion,” tambah Handayani. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More