Di IMF-WB, RI Dorong Pembahasan Infrastruktur Negara Berkembang
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa Pemerintah Indonesia akan memulai Vaksinasi Covid-19 secara nasional pada 13 Januari 2021.
“Kita akan mulai vaksinasi nasional nanti hari Rabu 13 Januari 2021,” kata Luhut dalam peluncuran Grakan Nasional Bangga Buatan Indonesia secara virtual, Senin 11 Januari 2021.
Meski begitu Luhut menyebut dampak vaksinasi Covid-19 baru akan kelihatan dampaknya pada tiga bulan mendatang. Dirinya berharap vaksinasi tersebut akan mendukung pemulihan ekonomi nasional.
“Dampaknya (vaksin) baru akan terlihat tiga bulan mendatang,” ujar Luhut.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga telah memastikan vaksin Covid-19 saat ini sudah didistribusikan ke 34 provinsi di Indonesia. Adapun jumlah vaksin yang telah didistribusikan ke berbagai daerah sudah mencapai 700.000 dosis vaksin yang berasal dari Sinovac.
Tak hanya itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah memastikan mutu dan kandungan dalam vaksin Sinovac suci dan halal. Vaksin Sinovac untuk saat ini menjadi satu-satunya yang tersedia dari total tujuh vaksin yang bakal didatangkan ke Indonesia.
Sementara itu hingga pengujung Desember 2020, tercatat ada 3 juta dosis vaksin Sinovac yang telah didatangkan dari Beijing dan telah didistribusikan ke sejumlah provinsi di Indonesia. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More