Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed). (Foto: Istimewa)
Jakarta – Usai perdebatan sengit mengenai perlu tidaknya pengadaan paket stimulus fiskal sejak Agustus 2020, DPR Amerika Serikat (AS) akhirnya menyetujui paket stimulus sebesar US$2,2 triliun atau sekitar Rp32.648 triliun pada Kamis (1/10/2020) waktu setempat setelah melalui voting ketat.
Sebelumnya, Ketua DPR Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin gagal mencapai kesepakatan terkait stimulus virus corona senilai US$2,2 triliun pada Rabu (30/9/2020) waktu setempat. Anggota Demokrat dari California menilai paket tersebut akan sulit disepakati karena masih banyaknya perbedaan. Betul saja, hasil pemungutan suara yang setuju unggul tipis 214 berbanding 207 suara tidak setuju.
Adapun Mnunchin sempat mengatakan, Gedung Putih dan Demokrat telah mencapai titik temu mengenai masalah termasuk pembayaran langsung, pinjaman usaha kecil dan bantuan maskapai penerbangan.
Walau telah sah, paket stimulus ini akan kembali dibahas di senat. Menteri Keuangan AS, Steven Mnunchin menilai jika langsung mengguyur stimulus dari angka $2 triliun bisa menimbulkan masalah.
Awal tahun 2020, pemerintah AS telah menyetujui stimulus corona senilai lebih dari US$3 triliun. Saat itu, pengambil keputusan AS setuju lebih banyak stimulus diperlukan. Sebagaimana diketahui, korban jiwa akibat Covid-19 di AS sudah mencapai 207.000 orang. (*)
Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More
Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More
Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More
Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More
Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More