News Update

LTV Diperlonggar, KPR BCA Direvisi Tumbuh 10%

Jakarta–Kebijakan makroprudensial Bank Indonesia (BI) yang menaikkan rasio nilai pinjaman atau Loan to Value (LTV) menjadi 85% dari sebelumnya 80%, akan memberikan nafas baru bagi industri perbankan.

Kebijakan baru BI ini bakal memberikan kemudahan bagi nasabah yang akan mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), dimana nasabah bisa mengajukan KPR nya dengan uang muka sebesar 15% dari sebelumnya 20%.

Direktur Konsumer PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Henry Koenaifi mengatakan, pelonggaran LTV untuk KPR ini akan memperbesar aliran kredit ke perumahan, lantaran nasabah tidak perlu lagi menunggu lama untuk mengumpulkan uang muka yang besar.

Melihat peluang yang begitu besar, BCA pun berencana merevisi Rencana Bisnis Bank (RBB) khusus untuk target pertumbuhan KPR tahun ini. Dia mengaku, BCA menargetkan pertumbuhan KPR di 2016 sebesar 10% atau lebih tinggi dari target sebelumnya.

“Pertumbuhan KPR 10% ini sudah termasuk dengan pelonggaran LTV yang dilakukan BI,” ujar Henry, di Jakarta, Selasa malam, 21 Juni 2016.

Dia mengaku, permintaan KPR akan berasal dari debitor KPR rumah pertama dan debitor KPR rumah kedua. Menurutnya, permintaan KPR baik untuk rumah pertama maupun kedua tidak akan memicu spekulasi lantaran permintaan KPR ini cenderung untuk tempat tinggal.

BCA sendiri sangat berharap pada pelonggaran LTV ini. Dia mengatakan, kebijakan tersebut akan meningkatkan pertumbuhan KPR BCA. Pasalnya, per Maret 2016 KPR BCA hanya tumbuh 0,8% (ytd), sedangkan secara tahunan (yoy) tumbuh 9,3%.

Sementara itu di tempat yang sama, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja membenarkan, bahwa perseroan akan merevisi RBB 2016 untuk target pertumbuhan KPR yang diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi dari target sebelumnya.

“Ada (revisi RBB), tapi mungkin lebih pada target KPR yang akan kita naikkan. Sebelumnya target tahun ini Rp60 triliun, setelah revisi RBB, targetnya jadi Rp64 triliun,” ucap Jahja. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Asuransi Sinar Mas Syariah Targetkan Pengalihan Portofolio Rampung dalam 3 Bulan

Poin Penting PT Asuransi Sinar Mas memisahkan unit usaha syariah melalui mekanisme spin-off dan melahirkan… Read More

17 mins ago

Makmur Luncurkan Fitur Investasi Saham, Apa Saja Keunggulannya?

Poin Penting PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) resmi menghadirkan fitur investasi saham di aplikasinya melalui… Read More

52 mins ago

631.659 Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Lewat Coretax per 26 Januari 2026

Poin Penting Pelaporan SPT Tahunan via Coretax hingga 26 Januari 2026 pukul 07.00 WIB mencapai… Read More

1 hour ago

Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) Mau Buyback Saham, Siapkan Dana Rp90,15 Miliar

Poin Penting AMAG siapkan buyback Rp90,15 miliar yang akan dilaksanakan pada 26 Januari–26 April 2026… Read More

1 hour ago

Dirut BRI Ungkap Peluang Akselerasi Bisnis Fintech Indonesia di WEF 2026

Poin Penting BRI menilai potensi Fintech di Indonesia sangat besar, seiring meningkatnya minat investor global… Read More

2 hours ago

Pemerintah Terbitkan ORI029, Tawarkan Kupon hingga 5,80 Persen

Poin Penting Pemerintah resmi membuka penawaran ORI029 secara online (e-SBN) mulai 26 Januari–19 Februari 2026… Read More

3 hours ago