Jakarta – PT Adhi Karya Tbk mengatakan saat ini progres pengerjaan proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) tahap I sudah mencapai 58,3%. Ditargetkan, Juni tahun ini LRT Jabodetabek siap diuji coba.
“Juni siap uji coba. Saat ini progress sudah 58%. Pembangunannya ada beberapa kendala, seperti pembebasan lahan. Utamanya untuk depo di Bekasi Timur. Insya Allah pemerintah sudah membantu, Maret ini pembebasan lahan bisa selesai Jadi April kita mulai bangun depo Bekasi Timur. Kebutuhan lahannya paling tidak 10 hektare,” kata Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto, di Jakarta, Jumat, 15 Februari 2019.
LRT tahap pertama ini dibangun tiga lintas pelayanan sepanjang 44,43 kilometer dan menelan total investasi sebesar Rp22,8 triliun.
Direktur Operasional Adhi Karya Pundjung Setya Brata merinci, per 8 Februari 2019, lintas layanan 1 (Cawang-Cibubur) progresnya sudah 78,5%. Lintas layanan 2 (Cawang-Kuningan-Dukuh Atas) progresnya sudah 46,1%, dan lintas layanan 3 (Cawang-Bekasi TImur) sudah dibangun sekitar 52,8%.
LRT Jabodebek ini nantinya akan mengoperasikan 31 rangkaian kereta (trainset). Setiap rangkaian akan terdiri dari enam gerbong. Pengoperasiannya akan menggunakan sistem persinyalan moving block dengan headway atau jarak antar rangkaian tiga menit. LRT Jabodebek nantinya akan mampu mengangkut lebih dari 500 ribu penumpang setiap hari.
“Headway tiga menit mustahil bisa dicapai kalau tidak dibangun elevated (melayang). Kan kalau at grade harus melewati perlintasan sebidang,” kata Pundjung. (Ari A)
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More