Ilustrasi: Kantor LPS. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan terdapat empat Bank Perekonomian Rakyat/Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR/BPRS) yang dilikuidasi imbas bencana Sumatra.
“Ini posisi kami sekarang setelah bencana khususnya BPR-BPRS ini ada empat bank yang dalam likuidasi,” kata Farid Azhar Nasution, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS dalam Konferensi Pers TBP, dikutip, Jumat, 23 Januari 2026.
Farid menjelaskan, dampak terparah dialami oleh BPR berlokasi di Takengon, Aceh. Ia memastikan LPS akan berupaya untuk segera memulihkan seluruh bank yang terkena dampak bencana.
Baca juga: LPS Catat Tabungan Orang Kaya di Atas Rp5 Miliar Melesat 22,76 Persen, Ini Pendorongnya
Baca juga: LPS Klaim Suku Bunga Simpanan Bank dalam Tren Menurun
“Namun yang paling serius adalah yang di Aceh, yang di Takengon. Jadi kita tangani empat, tapi satu yang paling serius. Mudah-mudahan nanti sudah bisa diakses, sehingga nanti prosesnya tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Sementara, Ketua Dewan Ketua LPS Anggito Abimanyu menambahkan, LPS sedang mengkaji relaksasi bagi perbankan yang berada di daerah bencana.
“Kami juga sedang mengkaji mengenai relaksasi. Nanti kami akan umumkan pada waktunya relaksasi kepada bank daerah dan juga BPR yang terkena dampak khususnya di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat nanti pada waktunya akan kami sampaikan,” imbuh Anggito. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OJK mencabut izin usaha PT Varia Intra Finance (VIF) melalui SK Anggota Dewan… Read More
Poin Penting Amartha buka peluang IPO di Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari strategi pengembangan… Read More
Poin Penting OJK menilai bank KBMI I (modal inti hingga Rp6 triliun) masih berpeluang memperkuat… Read More
Poin Penting Amartha menyalurkan pembiayaan Rp13,2 triliun pada 2025, tumbuh lebih dari 20% secara tahunan,… Read More
Poin Penting BNI–Siemens Indonesia menjalin kerja sama pembiayaan Rp300 miliar untuk proyek dan modal kerja… Read More
Poin Penting Tensi geopolitik mendorong aliran dana ke USD, membuat rupiah tetap rentan meski sempat… Read More