Moneter dan Fiskal

LPS Sebut Moody’s Turunkan Peringkat Bank AS Bawa Dampak Positif ke RI, Ini Penjelasannya

Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan bahwa penurunan peringkat pada sejumlah perbankan di Amerika Serikat (AS) malah akan berdampak positif bagi Indonesia.

“Ke kita harusnya positif. Kenapa? Kita kan nggak pernah nggak membayar utang. Amerika hampir nggak bayar kan? Harusnya lebih jatuh lagi harusnya. Tapi untuk kita positif dalam hal gini, kita kan selalu diperlakukan tidak fair,” ungkap Purbaya saat ditemui Wartawan di Fairmont Jakarta, Senin 14 Agustus 2023.

Baca juga: Moody’s Turunkan Peringkat Bank AS, Bagaimana Dampaknya ke Perbankan RI

Seperti diketahui, lembaga pemeringkat Moody’s memangkas peringkat 10 bank kecil hingga menengah AS satu tingkat. Selain itu, Moody’s juga tengah memantau 6 bank raksasa AS, yang berpotensi turun peringkat.

Purbaya melanjutkan, rating itu sebenarnya diberikan untuk melihat apakah satu negara mau bayar utang dan mampu bayar utang, atau mau bayar utang. Tapi, Indonesia mampu, sehingga harusnya rating Indonesia lebih tinggi dari sekarang.

“Jadi kita bisa menuntut lebih tinggi dari itu. Amerika kan mampu? Tapi hampir nggak mau, maka ratingnya turun. Jadi kalau kita lihat hal seperti itu, misalnya kita bisa meningkatkan lagi peringkat itu. Bahwa kita mau dan mampu harusnya ratingnya naik. Jadi untuk kita harusnya positif bukan negatif. Untuk Amerika negatif biar aja,” ungkapnya.

Sebagai informasi, fundamental Indonesia terbilang kuat. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi nasional tercatat 5,17 persen secara tahunan (yoy).

Baca juga: Efek Resesi dan SVB, Sebanyak 27 Bank AS Terkena Imbasnya

Kemudian, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami surplus pada Juli 2023 sebesar Rp153,5 triliun atau 0,72 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).Pendapatan negara tumbuh positif hingga Juli 2023 sebesar Rp1.614,8 triliun atau setara 65,6 persen dari total target APBN 2023. Adapun nilai tersebut tumbuh 4,1 persen secara tahunan.

Sedangkan, dari sisi perbankan, likuiditas industri perbankan pada Juni 2023 dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuditas yang terjaga. Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing sebesar 119,05%, menurun dibandingkan Mei 2023 sebesar 123,27 persen dan 26,27 persen juga menurun dibandingkan Mei 2023 sebesar 27,52 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Dirut BTN Nixon LP Napitupulu Dinobatkan sebagai Bankers of The Year 2025

Poin Penting Dirut BTN Nixon LP Napitupulu dinobatkan sebagai Bankers of The Year 2025 oleh… Read More

3 hours ago

Ramai Spin Off, Ini Kinerja Bank Umum Syariah Sepanjang 2025

Poin Penting Spin off UUS menjadi BUS merupakan kewajiban sesuai POJK No. 12/2023 bagi UUS… Read More

3 hours ago

IHSG Diproyeksi Tembus 9.800 pada 2026, DBS Beberkan Pendorongnya

Poin Penting Peningkatan belanja pemerintah, khususnya untuk program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), dinilai… Read More

4 hours ago

Harga Bitcoin Stagnan di Level USD90.000, Pasar Tunggu Rilis Data Inflasi AS

Poin Penting Dalam 24 jam terakhir, BTC naik 0,70 persen ke level USD91.280 dengan dominasi… Read More

4 hours ago

Pemerintah Tarik Utang Rp736,3 Triliun hingga Desember 2025

Poin Penting Pemerintah menarik utang Rp736,3 triliun hingga Desember 2025, setara 94,9 persen dari target… Read More

4 hours ago

IHSG Ditutup Berbalik Melemah ke Posisi 8.884, Ini Pemicunya

Poin Penting IHSG ditutup melemah 0,58% ke level 8.884, dipicu aksi ambil untung setelah menyentuh… Read More

4 hours ago