Perbankan; Permodalan solid. (Foto: Dok. Infobank)
Jakarta–Kendati perekonomian nasional tengah mengalami pelambatan, dimana pada kuartal III-2015 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 4,73%. Namun, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menegaskan, kondisi perbankan nasional masih kuat.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah mengatakan, jika dibandingkan dengan perbankan di negara lain, perbankan di Indonesia cenderung lebih solid. Hal tersebut dapat dilihat dari rasio kecukupan permodalan (capital adequacy ratio/CAR) perbankan.
Sebagaimana diketahui, ketentuan CAR di dalam standar Bank of International Settlement (BIS) hanya 8%. Sedangkan CAR di perbankan Indonesia berada di posisi 20,1%. Sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR) pada posisi Juni 2015 sebesar 88,6%. Hal tersebut menunjukkan bahwa perbankan Indonesia cukup aman dan solid.
“Sektor perbankan RI yang paling solid jika dibandingkan dengan negara lain. Meski ekonomi melambat, tapi kami yakin kondisi ekonomi kita akan semakin baik,” ujar Halim di Jakarta, Kamis, 5 November 2015.
Lebih lanjut dia meyakini, dengan dikeluarkannya 5 paket kebijakan oleh pemerintahan Jokowi, maka perekonomian nasional akan terdongkrak lebih cepat. Namun demikian, kata dia, hal tersebut tergantung respon pasar terhadap paket kebijakan pemerintah itu.
“Tentu ini adalah skenario baseline, tapi ini tentu tergantung respon kebijakan ekonomi pemerintah,” tutup Halim. (*) Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian stagnan pada 16 Maret 2026. Harga… Read More
Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,54 persen ke level 7.098 pada awal perdagangan Senin (16/3).… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan pelemahan dengan level support 6.865–7.000 dan resistance 7.275–7.410. Sentimen negatif… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More