LPS Optimis Pertumbuhan Ekonomi Sentuh 5,3%
Jakarta – Ditengah ketidakpastian pasar global, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tetap optimis perekonomian nasional dapat terus tumbuh di angka 5,1 persen hingga 5,3 persen.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan saat memberikan pemaparan dalam acara Infobank 15th Service Excellence Award 2018 di Shangri-La Hotel Jakarta. Dirinya menyebut, angka tersebut dapat diraih akibat kondisi perekonomian masih stabil dan berjalan on track.
“Pertumbuhan ekonomi akan naik 5,1 persen hingga 5,3 persen di 2018. Hal tersebut seiring dengan survei global rupiah yang akan menguat ke level Rp13,800,” kata Fauzi di Shangri-La Hotel Jakarta, Selasa 5 Juni 2018.
Baca juga: LPS: Secara Sistem Kondisi Perbankan Saat Ini Masih Sehat
Walau optimistis, pihaknya juga terus mewaspadai faktor eksternal global yang dapat mempengaruhi perekonomian nasional. Salahsatunya ialah mengenai kondisi perekonomian Amerika Serikat.
“Prospek perang dagang AS dan China masih perlu diwaspadai, disamping ketegangan di semanjung Korea. Namun kalau melihat saat ini dengan 1998 keadaan jauh lebih baik sekarang, sekarang kita lebih optimis,” tambah Fauzi.
Tak hanya itu, dirinya juga optimis angka Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan dapat tumbuh sebesar 8 persen pada tahun ini. Sedangkan pada angka pertumbuhan kredit pihaknya optimis dapat meningkatkan angka hingga 10 persen.
Sebagai informasi, berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan pada Maret 2018 mencapai 7,66% secara tahunan. Pada periode yang sama, pertumbuhan kredit mencapai 8,54% secara tahunan.(*)
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan daftar tarif dasar dan bea… Read More
Jakarta - Pemerintah Indonesia segera menyiapkan langkah strategis untuk merespons kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan… Read More
Jakarta – Kadin Indonesia meminta pemerintah untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), usai Donald Trump… Read More
Jakarta – Pengenaan tarif impor sebesar 32 persen dari Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia menjadi… Read More
Jakarta – Bank DKI memberikan penjelasan terkait kendala trandaksi yang dialami nasabahnya. Dalam keterangan tertulisnya,… Read More
Jakarta – Usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal pada Rabu (2/4)… Read More