ketua dewan LPS
Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengklaim, risiko kredit perbankan sudah menunjukkan penurunan di awal 2018, yang tercermin dari membaiknya risiko kredit dan rasio kredit bermasalah pasca restrukturisasi pinjaman oleh industri perbankan.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah di Jakarta, Selasa, 23 Januari 2018. Menurutnya, rasio risiko pinjaman menurun menjadi 9,6 persen di Januari 2018 dibanding kuartal III 2017 yang sebesar 11,9 persen.
“Pada Januari 2018 kami mencatat credit at risk perbankan membaik 9,6 persen,” ujar Halim.
Meski masih relatif tinggi, namun ia meyakini, risiko kredit akan terus mengalami penurunan, lantaran bank akan melanjutkan restrukturisasi dan upaya perbaikan aset lainnya. Debitur korporasi juga melanjutkan konsolidasi dan bersiap ekspansi, sejalan dengan pemulihan ekonomi.
Di sisi lain, rasio kredit bermasalah (Non-Perfoming Loan/NPL) juga menurun menjadi 2,59 persen (gross) di akhir 2017 dibanding 2016 yang sebesar 2,92 persen. Penurunan NPL ini juga seiring dengan adanya restrukturisasi dan hapus buku yang dilakukan oleh perbankan.
Sementara itu, pertumbuhan kredit perbankan juga diperkirakan naik karena tekanan dari rasio kredit bermasalah berkurang dan konsumsi domestik akan membaik. Pertumbuhan kredit 2018 diprediksi berada dikisaran 12 persen sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB), atau lebih tinggi dari tahun lalu. (*)
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More