Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melihat, kondisi likuiditas perbankan nasional akan sedikit mengalami fluktuatif namun tetap terkendali di akhir tahun ini. Hal ini sejalan dengan masih adanya ketidakpastian di pasar finansial global yang masih tinggi.
“Likuiditas bank sedikit fluktuatif, mengingat ketidakpastian di pasar finansial global yang masih tinggi, di samping perlunya untuk mencermati kebutuhan pendanaan infrastruktur dari industri perbankan,” ujar Direktur Group Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan LPS Doddy Ariefianto dalam risetnya, di Jakarta, Kamis, 10 Agustus 2017.
Dia mengungkapkan, setelah bulan puasa dan Lebaran terlewati, kondisi operasi pasar BI kembali normal. Namun, penyaluran kredit yang meningkat perlahan turut mendorong penempatan pada Sertifikat Bank Indonesia (SBI) menurun. Posisi operasi pasar terbuka (OPT) pada akhir Juli 2017 mencapai Rp411,17 triliun, melonjak dari Rp187,24 triliun pada bulan sebelumnya.
“Peningkatan ini terutama didorong oleh lonjakan posisi reverse repo SBN dan term deposit, meski sebaliknya terjadi penurunan posisi SBI dan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI),” ucapnya.
Di sisi lain, kata dia, pelaku pasar juga perlu mencermati kebutuhan likuiditas valas yang mana suku bunganya dalam sembilan bulan terakhir berada dalam tren meningkat secara gradual yang antara lain disebabkan oleh kenaikan suku bunga The Fed (Fed Rate). Adapun suku bunga maksimum simpanan valas terpantau naik sebesar 3 bps di sepanjang bulan Juli 2017.
Menurutnya, kondisi suku bunga pasar dalam tiga bulan terakhir cenderung flat dengan kenaikan terbatas, di mana pada tahun 2017 ini ada potensi suku bunga simpanan untuk sedikit meningkat karena tingginya kebutuhan likuiditas untuk mendorong pembangunan infrastruktur.
Adapun rata-rata bunga deposito bank acuan pada akhir Juli 2017 tercatat sebesar 5,91 persen, atau mengalami kenaikanya hanya 1 bps dari posisi akhir Juni 2017. Hal yang sama juga terjadi pada rata-rata suku bunga minimum yang meningkat 3 bps menjadi 5,04 persen. (*)
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More