Jakarta – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tak bisa menghindari dampak Pandemi COVID-19 yang telah menurunkan pertumbuhan ekonomi. Menurut Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Didik Madiyono, kondisi ini sangat menantang para pengelola BPR bagaimana menjaga banknya agar tetap survive terutama mengamankan sisi likuiditas dan kualitas kreditnya.
“Situasi sulit ini menantang bagi manajemen BPR-BPRS untuk dapat mengelola bisnis secara baik, terutama dari sisi pengelolaan likuiditas serta kualitas aset atau kredit,” ujar Didik saat memberi keynote speech dalam Webinar “Penyelamatan BPR Sebagai Ujung Tombak Pembiayaan UMKM” yang digelar Infobank, di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020.
Menurutnya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan usaha bisnis BPR-BPRS di tengah situasi pandemi COVID-19. Satu, perbaikan implementasi dari kebijakan tata kelola perusahaan yang baik seperti adanya conflict of interest antara manajemen dan pemilik bank. Dua, inovasi melalui diversifikasi pemanfaatan digitalisasi dalam menghasilkan pendapatan bank.
Selanjutnya yang ketiga, adalah peningkatan peran pembiayaan sebagai financial support bagi bisnis UMKM. Empat, peningkatan kompetensi bagi seluruh pegawai BPR-BPRS bahkan hingga level manajemen puncak.
“Selain itu, kondisi sulit ini juga dapat dijadikan sebagai suatu peluang dimana kesempatan adanya kerjasama yang erat di antara BPR-BPRS dengan Bank Umum lainnya dapat terbuka lebar. Dari regulator juga, langkah-langkah konsolidasi baik melalui merger maupun pemanfaatan daya tarik perbankan nasional bagi investor juga menjadi hal yang dapat dilakukan,” jelas Didik Madiyono.
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More
Poin Penting Dedi Mulyadi ajukan pinjaman daerah Rp2 triliun akibat kapasitas fiskal Jabar turun hampir… Read More
Poin Penting Bank Panin mencatatkan laba bersih Rp2,87 triliun, naik tipis 0,13 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting BNI siapkan uang tunai Rp23,97 triliun untuk kebutuhan transaksi Ramadan dan Lebaran 2026… Read More
Poin Penting DJP mencatat penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp47,18 triliun hingga Januari 2026, didominasi… Read More