Perbankan

LPS Catat Tabungan Orang Kaya di Atas Rp5 Miliar Melesat 22,76 Persen, Ini Pendorongnya

Poin Penting

  • Tabungan di atas Rp5 miliar melonjak 22,76% pada akhir 2025, didorong penempatan dana pemerintah.
  • Simpanan di bawah Rp100 juta tumbuh lambat, hanya 3,43% secara tahunan.
  • Jumlah masyarakat unbanked menurun menjadi 15,3 juta orang pada 2025.

Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat pertumbuhan tabungan masyarakat menengah bawah masih melambat, sementara simpanan masyarakat kelas atas justru melonjak signifikan hingga akhir 2025.

Pjs. Anggota Dewan Komisioner Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank LPS, Ferdinand Purba, menyebut simpanan dengan saldo di bawah Rp100 juta tumbuh 3,43 persen secara tahunan (yoy) pada Desember 2025.

“Yang di bawah Rp100 juta ini pertumbuhannya year on year itu 3,43 persen. Jadi memang kalau dilihat dari pertumbuhan total memang dia lebih rendah tapi tumbuh,” ujar Ferdinand dalam konferensi pers TBP, dikutip, Jumat, 23 Januari 2026.

Baca juga: LPS Klaim Suku Bunga Simpanan Bank dalam Tren Menurun

Sebaliknya, simpanan dengan saldo di atas Rp5 miliar mencatat pertumbuhan tinggi hingga 22,76 persen. Ferdinan menjelaskan, lonjakan ini salah satunya dipengaruhi oleh penempatan dana pemerintah berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL).

“Ini mungkin juga dipengaruhi, dikontribusi adanya penempatan dana SAL pemerintah ya, itu mungkin presentasinya cukup tinggi,” ungkapnya.

Jumlah Unbanked Terus Menurun

LPS juga mencatat jumlah penduduk yang belum memiliki rekening bank terus berkurang. Pada 2025, jumlah masyarakat unbanked usia 15-69 tahun turun menjadi 15,3 juta orang, dari sebelumnya 18,2 juta orang.

“Data unbanked sudah menunjukkan tren penurunan. Untuk usia 15-69 tahun totalnya 23,5 juta dan turun menjadi 15,3 juta di tahun 2025. Namun jumlah ini menurut kami masih cukup besar dan harus terus diturunkan,” kata Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

OJK Hormati Putusan KPPU atas 97 Pindar, Fokus Jaga Stabilitas Industri

Poin Penting OJK menghormati putusan KPPU yang menjatuhkan sanksi kepada 97 pindar atas pelanggaran persaingan… Read More

15 hours ago

Kinerja Ciamik, Hartadinata Abadi (HRTA) Raih Pendapatan Rp44,55 T di 2025

Poin Penting Kinerja melonjak signifikan, pendapatan HRTA naik 144,39% menjadi Rp44,55 triliun dan laba bersih… Read More

16 hours ago

Celios Nilai Dana SAL Bisa Dialokasikan untuk Jaga Defisit APBN

Poin Penting SAL dinilai penting sebagai bantalan APBN untuk mengantisipasi pelebaran defisit akibat lonjakan subsidi… Read More

17 hours ago

Banyak yang Tunggu THR Lalu Resign, Ini Penjelasan Sebenarnya

Poin Penting Resign usai THR tidak signifikan, biasanya sudah direncanakan jauh hari dan dilakukan setelah… Read More

19 hours ago

Masih Bingung Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax? Simak Cara Mudahnya di Sini

Poin Penting Pelaporan lapor SPT Tahun Pajak 2025 baru mencapai 9,13 juta hingga 26 Maret… Read More

21 hours ago

Usai Blusukan, Prabowo Perintahkan Bangun Hunian Layak untuk Warga Pinggir Rel

Poin Penting Prabowo menginstruksikan pembangunan hunian layak bagi warga yang tinggal di pinggir rel usai… Read More

21 hours ago