Perbankan

LPS: BPR-BPRS Memberikan Manfaat pada UMKM

Jakarta – Industri bank perkreditan rakyat (BPR) dan bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS) masih menunjukkan eksistensinya selama pandemi Covid-19 melanda negeri ini. Bahkan industri BPR-BPRS ini juga terus memberikan manfaat kepada masyarakat. Khususnya dalam pembiayaan kredit kepada pelaku UMKM di Tanah Air.

Hal ini dibuktikan dengan penghimpunan dan penyaluran dana BPR-BPRS masih tumbuh positif di triwulan-I tahun 2021. Misalnya untuk dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 5,15% (yoy), kredit tumbuh 1,98% (yoy), dan permodalan yang masih cukup kuat (CAR BPR 34,02% dan CAR BPRS 23,98%).

Atas kinerja itu, industri BPR-BPRS terus mendapat sorotan positif. Bukan hanya di mata publik, tapi juga dalam perspektif para pejabat. Harapan tinggi juga disematkan pada bank milik anak negeri ini, agar terus memberikan manfaat kepada masyarakat.

Salah satu harapan terhadap industri BPR-BPRS itu muncul dari Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Purbaya Yudhi Sadewa. “Saya berharap agar industri BPR-BPRS terus memberikan manfaat serta menjadi mitra strategis Pemerintah, regulator, dan pelaku UMKM untuk ekonomi Indonesia yang lebih baik,” ujar Purbaya pada rilis video ucapan selamat Hari BPR-BPRS Nasional kepada Perbarindo, yang diterima Infobank, Kamis 27 Mei 2021.

Meski dalam situasi pandemi, namun likuiditas BPR-BPRS terbilang masih cukup baik. Cash ratio BPR 20,16% dan BPRS 23,57%. Sementara ratio kredit masih terjaga, misalnya non performing loan (NPL) BPR sebesar 7,29% dan NPL BPRS 8,33%. LPS sendiri memiliki komitmen untuk terus menyelenggarakan penjaminan simpanan yang efektif dalam rangka melindungi nasabah. Termasuk menjamin simpanan nasabah BPR dan BPRS.
Kepercayaan kepada industri BPR-BPRS tak hanya disematkan oleh masyarakat yang sudah merasakan manfaat BPR-BPRS, tapi juga dari kalangan Pemerintah dan regulator.

“Kami percaya BPR-BPRS, bank sahabat anak negeri, dapat saling menjaga industri ini agar tetap bertahan melewati masa pandemi ini,” kata Purbaya. (*) Ari Nugroho

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

3 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

4 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

4 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

4 hours ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

4 hours ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

7 hours ago