Moneter dan Fiskal

LPS: BI Masih Punya Ruang Naikkan Suku Bunganya 25 Bps Lagi

Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai, Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang pengetatan kebijakan moneter melalui suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis points (bps) lagi hingga akhir tahun. BI sendiri sudah menaikkan suku bunganya sebanyak 150 bps menjadi 5,75 persen.

Berdasarkan data riset LPS seperti dikutip di Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018 menyebutkan, masih tingginya volatilitas di pasar keuangan khususnya  nilai tukar dan rencana lanjutan kenaikan suku bunga AS (fed rate) pada bulan Desember 2018 nanti, menjadi alasan kuat BI untuk mempertimbangkan kenaikkan suku bunganya lagi.

Faktor lain yang juga akan menjadi perhatian dalam penetapan suku bunga ke depan adalah target defisit neraca berjalan yang diupayakan berada di kisaran 3 persdn dari PDB. Kenaikan tingkat bunga BI akan terus mendorong kenaikan tingkat bunga JIBOR di tengah masih tingginya kebutuhan likuditas bank untuk penyaluran kredit.

Menurut LPS, keputusan Bank Sentral yang telah menaikkan suku bunganya sebanyak 150 bps hingga September 2018 dinilai konsisten dengan upaya BI untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik sehingga dapat semakin memperkuat ketahanan eksternal Indonesia.

Keputusan Bank Sentral juga sangat tepat sebagai bentuk antisipasi di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Di sisi lain, untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, BI juga memberlakukan instrumen transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) yang akan diterapkan awal November mendatang. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

14 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

14 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

14 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

14 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

18 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

21 hours ago