News Update

LPS Bayarkan Klaim Rp36,8 Miliar di Sepanjang 2017

Jakarta– Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatatkan angka klaim yang telah dibayarkan mencapai Rp36,8 miliar sepanjang tahun 2017. Dari angka tersebut, tercatat jumlah rekening yang telah dibayarkan ke simpanannya mencapai 6.585 rekening.

Tak hanya itu, Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah juga menyebut, selama pembayaran klaim pada tahun 2017 kemarin, juga terdapat 1.292 rekening tidak layak bayar.

“Rekening yang tidak layak bayar sebagian besar disebabkan karena pemilik rekening terkait dengan kredit macet. Hanya ada 19 rekening tidak layak bayar yang karena bunga simpanannya di atas bunga penjaminan LPS,” ungkap Halim pada acara jumpa pers LPS di Jakarta, Jumat 12 Januari 2018.

Halim menambahkan, saat ini masyarakat semakin mengetahi dan paham mengenai ketentuan persyaratan layak bayar dan simpanan yang dijamin.

Sementara itu, sepanjang tahun 2017 LPS juga telah melikuidasi 9 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang dicabut izin usahanya oleh regulator. Kesembilan bank tersebut tersebar di beberapa propinsi, yaitu DKI Jakarta 1 bank, Jawa Timur 2 bank, Sumatera Utara 1 bank, Riau 1 bank, Banten 1 bank, Bali 1 bank Sumatera Barat 1 bank dan Jawa Tengah 1 bank.

Tak hanya itu,sepanjang tahun 2017 kemarin LPS juga telah melakukan likuidasi terhadap 85 bank yang terdiri dari 1 bank umum, 79 BPR dan 5
BPRS.

“Dari 85 bank yang dilikuidasi tersebut, yang telah selesai proses likuidasinya sebanyak 69 bank,” tambah Halim.

Sebagai informasi, tercatat sejak tahun 2005, klaim yang telah dibayarkan LPS telah mencapai Rp 984,6 miliar dengan jumlah rekening mencapai 150.641 rekening. (*)

Suheriadi

Recent Posts

Tandatangani Kerja Sama, Pemkab Serang Resmi Pindahkan RKUD ke Bank Banten

Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More

7 hours ago

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

8 hours ago

BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More

9 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

9 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

9 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

9 hours ago