Ekonomi dan Bisnis

LPEI Dukung Eksportir Asal Kendal Lewat Fasilitas Pembiayaan

Jakarta – LPEI sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI, memiliki mandat untuk melahirkan para eksportir baru. Semakin banyak para pengusaha yang merasakan bagaimana LPEI menjalankan mandat tersebut. Salah satunya, Hj Istikanah, eksportir briket arang kelapa, yang berasal dari Kendal, Jawa Tengah. 

Berkat dukungan LPEI melalui pendampingan, pelatihan, dan akses pembiayaan ekspor, Istikanah kini berhasil melakukan ekspor ke berbagai negara, termasuk ke Timur Tengah.

“Kami punya produk briket arang kelapa dengan kualitas terbaik di dunia, hal ini berkat dukungan program LPEI, yang sangat membantu saya dalam mengembangkan usaha,” ujar Istikanah dalam keterangan LPEI yang diterima di Jakarta, Selasa, 6 April 2021.

Sebelum mendapat pendampingan LPEI, Istikanah cukup kesulitan untuk melakukan ekspor. CV Indoarab Interprise sebagai perusahaan yang dipimpinnya itu mengikuti program Coaching Program for New Exporter (CPNE) dari LPEI pada tahun 2020, ia mengakui adanya peningkatan kinerja ekspornya. Selain itu, usahanya tersebut juga mendapatkan Fasilitas Pembiayaan Penugasan Khusus Ekspor (PKE) senilai Rp1,5 miliar yang mampu mendorong kenaikan ekspor hingga 7 ton per bulan. 

Dukungan pengelolaan bisnis dari LPEI juga terbukti bermanfaat, sehingga perusahaan yang ia kelola bisa memiliki relasi lebih luas. Sampai saat ini, CV Indoarab Interprise telah mengekspor produknya hingga ke 10 negara tujuan ekspor. 

Seiring dengan semakin banyaknya permintaan dari pasar luar negeri, karyawan CV Indoarab Interprise ini terus bertambah. Saat ini tercatat 130 orang tenaga kerja yang sebagian besar ibu-ibu di sekitar desa. Mereka ikut terlibat, diantaranya membantu proses pengemasan produk. 

“Daripada nganggur, apalagi sekarang kan pandemi, ibu-ibu di sekitar saya kasih kerjaan untuk packing. Alhamdulilah. Program PKE LPEI ini sangat membantu saya. Berkat LPEI kini saya mau buka cabang pembakaran batok sendiri di NTT,” ucap Istikanah. 

Karena mendapat manfaat besar dari program PKEI LPEI, ia mengajak UMKM di berbagai daerah untuk turut serta memanfaatkan program tersebut karena terbukti perusahaan yang dikelolanya mampu terus tumbuh, bisnis semakin berkembang, juga mampu menambah lapangan pekerjaan. 

Saat sempat berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sebuah pameran kerja sama Kemenkeu dan Pemerintah Kabupaten Kendal beberapa lalu (25/3), Istikanah yang sudah berbisnis briket arang batok sejak 9 tahun lalu itu menyampaikan terima kasihnya pada pemerintah.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas program PKE LPEI, sehingga saya bisa menambah lapangan pekerjaan dan program PKE ini bisa bermanfaat juga untuk para UKM yang lainnya, karena PKE ini memang nyata manfaatnya,” tambahnya.

Pada saat yang bersamaan Istikanah membagikan tips bagi para UKM, bahwa perlu dijaga kualitas dan keunikan dari produk serta terus melihat perkembangan pasar. Selain itu, harus memiliki legalitas agar dapat mengakses pembiayaan. Tak kalah penting, untuk selalu konsisten dalam menjalankan bisnis, menjaga komitmen dengan pembeli. 

Dalam kesempatan itu pula, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengapresiasi kerja sama CV Indoarab Interprise dengan LPEI, dan mengharapkan kesuksesan bisnis ekspor tersebut di masa mendatang. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Setahun Danantara Indonesia, Bank Mandiri Tegaskan Dukungan bagi Pemerataan Pendidikan

Poin Penting Danantara Indonesia genap satu tahun, fokus memperkuat tata kelola dan fondasi pengelolaan aset… Read More

5 mins ago

Resmi! Turis Jepang Kini Bisa Bayar Pakai QRIS di Indonesia, Tak Perlu Tukar Uang

Poin Penting Warga Jepang kini bisa menggunakan QRIS untuk bertransaksi di Indonesia setelah izin QRIS… Read More

1 hour ago

Nasib Rupiah setelah Libur Lebaran di Tengah Perang dan Fiskal yang Bak di Tepi Jurang

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group LIBUR Lebaran tahun ini mungkin terasa… Read More

7 hours ago

Biar Nggak Tekor, Ini Cara Atur THR dan Jaga Kesehatan saat Lebaran

Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More

15 hours ago

BI Tetap Siaga di Pasar Jaga Rupiah selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More

18 hours ago

Dampak Perang Timur Tengah, BI Tarik Sinyal Penurunan Suku Bunga

Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More

18 hours ago