LPDPD menggelar media briefing di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: M. Ibrahim)
Poin Penting
Jakarta – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyampaikan permintaan maaf atas polemik dan kegaduhan yang ditimbulkan alumni penerima beasiswa berinisal DS.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama LPDP, Sudarto menyayangkan pernyataan sikap alumni yang dinilai kurang tepat dan memicu perdebatan di masyarakat.
“Sekali lagi, kami menyampaikan permohonan maaf atas nama LPDP dan juga seluruh alumni. Ini menjadi pengingat kita dan mohon kami terus diingatkan untuk terus lebih baik dan membawa dana abadi pendidikan itu berdampak untuk Indonesia semakin maju,” ujar Sudarto, di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.
Baca juga: 44 Penerima Beasiswa LPDP Disanksi, 8 Wajib Kembalikan Dana Beserta Bunga
Sudarto menegaskan kepada seluruh alumni penerima beasiswa LPDP agar menjaga etika, moral, dan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap sikap dan pernyataan di ruang publik.
Ia mengingatkan bahwa pendidikan yang ditempuh para alumni—baik jenjang magister (S2), doktoral (S3), pascadoktoral, fellowship, maupun program lainnya—dibiayai dari dana publik yang bersumber dari pajak masyarakat.
“Teman-teman harus ingat, ini menggunakan uang pajak. LPDP terbentuk dan berjalan karena kepercayaan masyarakat. Mari kita jaga kepercayaan tersebut,” kata dia.
Baca juga: Alumni LPDP Hina Negara, Purbaya Ancam Blacklist dan Minta Dana Beasiswa Dikembalikan
Menurut Sudarto, dana abadi pendidikan merupakan investasi jangka panjang negara dalam membangun sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas. Karena itu, setiap penerima manfaat diharapkan mampu menunjukkan kontribusi nyata bagi bangsa.
Di tengah polemik tersebut, Sudarto menegaskan bahwa mayoritas alumni LPDP telah bekerja dengan dedikasi tinggi di berbagai sektor strategis.
Ia menyebut, para alumni tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan berkiprah di beragam profesi, mulai dari guru di daerah terpencil, dosen, aparatur sipil negara (ASN), pengusaha, hingga profesional yang membawa nama Indonesia di panggung internasional.
“Harapan masyarakat terhadap dana abadi pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan bangsa. Kami percaya para alumni terus berupaya menjawab harapan tersebut,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More