News Update

LPDB Perkuat Modal UMKM yang Belum Bankable

Poin Penting

  • LPDB fokus membiayai UMKM yang belum bankable melalui skema pembiayaan produktif berbasis koperasi, sebagai alternatif akses modal di luar perbankan.
  • Pembiayaan disalurkan lewat koperasi dengan skema konvensional dan syariah, menyasar lebih dari 500 ribu UMKM di berbagai sektor, terutama usaha mikro dan informal.
  • LPDB berperan sebagai jembatan menuju bankable, dengan mendorong UMKM naik kelas dan mengarahkan 85% pembiayaan ke sektor riil produktif agar berdampak berkelanjutan.

Jakarta – Masih banyak UMKM yang belum mampu mengakses pembiayaan perbankan karena dinilai belum bankable. Di celah inilah Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mengambil peran sebagai penyedia modal bagi pelaku usaha kecil melalui skema pembiayaan berbasis koperasi.

Kepala Divisi Manajemen Risiko LPDB, Yones William, mengatakan LPDB merupakan lembaga keuangan bukan bank di bawah koordinasi Kementerian Koperasi yang sejak awal dibentuk untuk mendukung UMKM, khususnya mereka yang belum memenuhi kriteria pembiayaan perbankan.

“Kalau untuk LPDB, yang kita layani itu pasti yang nggak bankable,” ujarnya saat ditemui usai acara Ekonomi Pancasila Forum 2026 di Jakarta, Sabtu (31/1).

Baca juga: LPDB Optimis Penyaluran Dana Rp1,6 T ke Koperasi Rampung Akhir Tahun

Pembiayaan LPDB disalurkan melalui koperasi sebagai perpanjangan tangan pemerintah, baik dengan skema konvensional maupun syariah.

Seluruh pembiayaan difokuskan pada pinjaman produktif, bukan konsumtif, untuk memperkuat modal kerja dan usaha anggota koperasi.

“Sejak awal LPDB itu hanya diperuntukkan untuk pinjaman produktif. Jadi bukan untuk usaha konsumtif,” jelas Yones.

Hingga kini, LPDB telah melayani lebih dari 500 ribu UMKM yang tergabung dalam koperasi. Segmen yang dijangkau pun sangat beragam, mulai dari pedagang kaki lima hingga pelaku usaha mikro di sektor informal yang selama ini sulit mengakses pembiayaan formal.

Koperasi Jadi Penentu Sektor Pembiayaan

Menurut Yones, koperasi memiliki peran kunci dalam menentukan sektor dan komoditas yang layak dibiayai karena paling memahami karakter usaha anggotanya.

Baca juga: Selain Himbara, Pembiayaan Kopdes Merah Putih Libatkan LPDB dan BPD

LPDB memperkuat permodalan koperasi agar dapat menyalurkan pembiayaan dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan perbankan.

“Koperasilah yang tahu usaha apa yang dominan di sekitarnya. Kita perkuat modalnya supaya lebih murah,” imbuhnya.

Jembatan Menuju Pembiayaan Formal

LPDB menegaskan posisinya bukan sebagai pengganti perbankan, melainkan jembatan bagi UMKM non-bankable untuk naik kelas.

Ketika koperasi dan anggotanya telah tumbuh dan memenuhi kriteria kelayakan, LPDB mendorong mereka masuk ke sistem keuangan formal melalui kolaborasi dengan perbankan dan lembaga penjaminan.

“Setelah bankable, kita sudah punya mitra dari bank himbara, bank swasta, dan lembaga penjaminan,” kata Yones.

Baca juga: LPDB Fasilitasi Koperasi Kopi Naik Kelas dengan Pembiayaan Bergulir

Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, LPDB mulai menggeser fokus pembiayaan ke sektor riil berbasis ekosistem usaha.

Tahun ini, sekitar 85 persen pembiayaan diarahkan ke sektor produktif di luar simpan pinjam agar dampak pembiayaan lebih luas dan berkelanjutan. (*) Alfi Salima Puteri

Yulian Saputra

Recent Posts

AAUI Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 4,8 Persen di 2025

Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More

9 hours ago

Total Klaim Asuransi Umum Naik 4,1 Persen Jadi Rp48,96 Miliar di 2025

Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More

11 hours ago

Indonesia Diminta jadi Wakil Komandan Misi Gaza, Ini Pernyataan Prabowo

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More

12 hours ago

IHSG Ditutup di Zona Merah, Top Losers: Saham DGWG, SGRO, dan HMSP

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More

13 hours ago

Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 4,8 Persen Jadi Rp112,81 Miliar pada 2025

Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More

13 hours ago

Ekonom Permata Bank Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh 10 Persen di 2026

Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More

13 hours ago