Beras; Bahan pangan utama. (Foto: Paulus Yoga)
Setiap institusi harus meningkatkan kapasitasnya dalam menghadapi risiko krisis. Ria Martati
Jakarta–Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono mengungkapkan ada dua indikator penting yang wajib diwaspadai oleh para manajer krisis yaitu angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan krisis harga pangan.
“Untuk para manager krisis dua indikator ini krusial dan harus dimonitor dengan sungguh-sungguh,” kata Boediono dalam seminar “Managing Financial Turbulence” yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Selasa, 22 September 2015.
Boediono mengatakan berdasarkan pengalaman krisis-krisis terdahulu, krisis ekonomi dapat merambat ke krisis lainnya termasuk krisis sosial, hingga dapat menumbangkan rezim pemerintahan. Untuk dapat bertahan dari krisis ke depan menurutnya sangat penting bagi institusi meningkatkan kemampuannya.
“Resiliansi menghadapi krisis tergantung bagaimana institusi menyiapkan diri mereka sendiri,”tandasnya. (*)
Poin Penting PGE memastikan operasional pembangkit panas bumi tetap optimal selama periode mudik Idul Fitri… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menghadirkan layanan darurat t rex (derek/gendong) untuk membantu pemudik di berbagai… Read More
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM tayangan https://www.omfif.org/2026/03… Read More
Poin Penting Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan mudik Lebaran, dengan mobil pribadi mendominasi hingga 76,24… Read More
Poin Penting Transaksi ZISWAF BSI selama Ramadan 2026 mencapai Rp30 miliar, naik hampir dua kali… Read More
Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More