Jakarta–Tingkat pemahaman masyarakat atau literasi keuangan hingga saat ini dinilai masih minim, terutama di berbagai daerah pedesaan.
Hal ini pun diamini oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurut Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kusumaningtuti S. Soetiono, rendahnya literasi keuangan ini menyebabkan pasar modal dan perbankan sulit untuk berkembang.
Untuk itu, OJK terjun langsung hingga ke tingkat para pelajar untuk dapat meningkatkan literasi keuangan. Salah satu yang dilakukan adalah dengan membentuk modul secara khusus untuk para pelajar mengenai literasi keuangan.
“Untuk itu OJK memberikan modul pada siswa SMP dan SMA mengenai literasi keuangan,” jelasnya di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 9 September 2016.
Menurutnya, kegiatan ini akan dapat memberikan kepastian kepada para investor di Indonesia. Sebab, semakin baik literasi keuangan, maka akan semakin sehat perbankan dan pasar modal di Indonesia.
“Kalau menabung inklusi meningkat. Ada transparansi dan kepastian yang semakin baik bagi investor,” tutupnya. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More
Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More
Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More
Poin Penting KPK gelar OTT pegawai DJP Jakarta Utara terkait dugaan pengaturan pajak di sektor… Read More
Poin Penting Pollux Hotels Group menerbitkan obligasi berkelanjutan berperingkat AAA, dengan dukungan penuh CGIF yang… Read More