Jakarta–Tingkat pemahaman masyarakat atau literasi keuangan hingga saat ini dinilai masih minim, terutama di berbagai daerah pedesaan.
Hal ini pun diamini oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurut Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kusumaningtuti S. Soetiono, rendahnya literasi keuangan ini menyebabkan pasar modal dan perbankan sulit untuk berkembang.
Untuk itu, OJK terjun langsung hingga ke tingkat para pelajar untuk dapat meningkatkan literasi keuangan. Salah satu yang dilakukan adalah dengan membentuk modul secara khusus untuk para pelajar mengenai literasi keuangan.
“Untuk itu OJK memberikan modul pada siswa SMP dan SMA mengenai literasi keuangan,” jelasnya di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 9 September 2016.
Menurutnya, kegiatan ini akan dapat memberikan kepastian kepada para investor di Indonesia. Sebab, semakin baik literasi keuangan, maka akan semakin sehat perbankan dan pasar modal di Indonesia.
“Kalau menabung inklusi meningkat. Ada transparansi dan kepastian yang semakin baik bagi investor,” tutupnya. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting CELIOS kirim surat keberatan ke Presiden Prabowo Subianto soal perjanjian dengan Donald Trump,… Read More
Poin Penting BSI menargetkan 500 ribu hingga lebih dari 1 juta nasabah awal untuk BSI… Read More
Poin Penting PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menyalurkan 36.000 bata interlock presisi untuk pembangunan… Read More
Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More
Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More
Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More