Otoritas Jasa Keuangan (OJK)/Erman Subekti
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengedukasi masyarakat untuk dapat memahami literasi keuangan ditengah pelemahan ekonomi nasional akibat pandemi covid-19.
Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara mengatakan, literasi keuangan merupakan pondasi dasar dari masyarakat agar tidak terjatuh dalam jurang kemiskinan di saat pelemahan ekonomi saat ini.
“Banyak kaum marjinal yang berpotensi jatuh miskin karena mereka tidak tau mengenai mengelola uang dan ini tidak terjadi di Indonesia saja tapi di negara lain juga,” kata Tirta saat menghadiri webinar mengenai literasi keuangan di Jakarta, Kamis 13 Agustus 2020.
Dirinya mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Keuangan, sebanyak 1,89 juta orang berpotensi jatuh miskin ditengah perlambatan ekonomi saat ini. Tak hanya itu saja, sebanyak 2,92 juta orang juga diperkirakan akan kehilangan perkerjaan dimasa pandemi saat ini.
Dikesempatan yang sama, Direktur Utama BRI Insurance Fankar Umran juga mengingatkan masyarakat untuk terus melek keuangan agar hidup tenang dimasa pandemi. Dirinya mengungkapkan, berdasarkan survei Literasi Keuangan Global S&P mendefinisikan literasi keuangan di Indonesia baru sebesar 32% dari jumlah keseluruhan masyarakatnya.
“Di Indonesia masih cukup rendah di 32% namun dibandingkan di Asia cukup baik dibandingkan negara lain,” katanya.
Oleh karena itu menurutnya, literasi keuangan sangat penting untuk menyadarkan masyarakat dalam pengelolaan uang agar tidak terjatuh dalam jurang kemiskinan. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More