Keuangan

Literasi Keuangan Harus Seimbang Dengan Inklusi Keuangan

Kupang–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam survey yang digelar tiga tahun lalu mencatat pengetahuan masyarakat Indonesia tentang produk dan jasa lembaga keuangan atau literasi keuangan masih sangat rendah yaitu 21,8%. Sementara orang yang menggunakan produk dan jasa keuangan atau tingkat inklusi keuangan telah mencapai 59,7%.

“Ini masalah kita, jadi banyak orang punya rekening bank, beli asuransi, tapi tingkat literasinya enggak sebanyak tingkat inklusinya. Yang baik ya yang seimbang jadi orang beli asuransi harus tahu hak dan kewajibannya,” kata Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan OJK, Eko Ariantoro dalam acara Pelatihan Wartawan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Hotel Sotis, Kupang, Senin, 28 Maret 2016.

Oleh karena itu, menurutnya sekarang OJK mewajibkan lembaga keuangan untuk tidak hanya memasarkan produk dan jasa keuangan tapi juga melakukan edukasi literasi keuangan pada masyarakat. OJK menargetkan tahun 2017 tingkat melek produk dan jasa keuangan Indonesia minimal 28,8%. Oleh karena itu OJK terus meningkatkan edukasi literasi keuangan melalui berbagai media.

Sementara soal inklusi keuangan, mengutip data Bank Dunia, tingkat inklusi keuangan Indonesia memang sudah mencapai 36%. Angka itu memang lebih tinggi dibanding Vietnam yang mencapai 31%, Myanmar 23%, Kamboja 22%, Laos 27%, tapi masih lebih rendah dibanding Singapura yang mencapai 96%, Thailand 78%, dan Malaysia 81%.

Meskipun sudah di atas standar ideal menurut Bank Dunia yaitu 30%, namun perhitungan tersebut menurut Eko hanya berdasarkan tingkat penggunaan produk dan jasa perbankan saja belum jasa industri keuangan lain. (*) Ria Martati

 

Editor: Paulus Yoga

Paulus Yoga

Recent Posts

Bank Raya Paparkan Kinerja 2025, Transformasi Bank Digital Kian Menguat

Poin Penting PT Bank Raya Indonesia Tbk mencatat penyaluran kredit digital Rp28,75 triliun pada 2025… Read More

37 mins ago

Renovasi Atap Panti Asuhan di Serang, Tugure Tegaskan Komitmen CSR Berkelanjutan

Poin Penting Tugure merenovasi atap Panti Asuhan Al Arif di Serang yang sebelumnya rusak dan… Read More

1 hour ago

LPEM UI Sarankan BI Tahan Suku Bunga di 4,75 Persen, Ini Alasannya

Poin Penting LPEM UI menyarankan BI mempertahankan suku bunga 4,75% pada RDG Maret 2026 di… Read More

1 hour ago

BNI Tambah Fasilitas Kredit Rp10 T ke Pegadaian, Total Pembiayaan Capai Rp25,1 T

Poin Penting BNI menambah fasilitas kredit Rp10 triliun kepada Pegadaian, sehingga total pembiayaan mencapai Rp25,1… Read More

2 hours ago

BSI Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Transaksi Digital bagi Pemudik

Menyambut puncak arus mudik Lebaran, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk menghadirkan delapan Posko Mudik… Read More

2 hours ago

Peringati HUT ke-6, IFG Berbagi Kepedulian Bersama Yayasan Sayap Ibu

Bantuan sebesar Rp60 juta tersebut diberikan dalam rangka peringatan HUT ke-6 IFG sebagai wujud komitmen… Read More

2 hours ago