Ilustrasi masyarakat tengah mengakses Aplikasi PLN Mobile untuk menambah daya listrik untuk usahanya.
Poin Penting
Jakarta – PT PLN (Persero) menyediakan layanan tambah daya listrik secara cepat melalui aplikasi PLN Mobile. Layanan ini menjawab kebutuhan pelanggan yang meningkat ketika kapasitas daya listrik tidak lagi memadai untuk aktivitas harian maupun operasional bisnis.
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan pengajuan tambah daya listrik kini dapat diakses langsung oleh pelanggan. Seluruh proses dilakukan secara digital, mulai dari perhitungan biaya sesuai ketentuan hingga pemantauan progres layanan secara real time dalam satu sistem terintegrasi.
“Melalui PLN Mobile, pelanggan dapat mengajukan tambah daya secara mandiri dan resmi. Prosesnya jelas, transparan, dan tercatat dalam sistem, sehingga pelanggan dapat menyesuaikan kebutuhan listrik rumah maupun usaha dengan lebih terencana,” ujar Gregorius, dalam keterangannya, Jumat, 23 Januarti 2026.
Baca juga: Tambah Daya Listrik PLN Dapat Diskon 50 Persen, Simak Syaratnya
Ia menambahkan, kecepatan layanan menjadi faktor penting, khususnya bagi pelanggan usaha yang membutuhkan kepastian pasokan listrik agar aktivitas operasional tetap berjalan lancar. Setelah pembayaran dilakukan, pelanggan dapat memantau setiap tahapan permohonan secara langsung hingga pekerjaan teknis selesai.
Berikut langkah-langkah pengajuan tambah daya melalui aplikasi PLN Mobile:
Baca juga: Begini Dukungan Pasokan Listrik PLN untuk Gelaran Indonesia-Africa Forum di Bali
Gregorius menegaskan layanan digital ini dihadirkan untuk membantu pelanggan menyesuaikan kebutuhan listrik secara lebih adaptif terhadap aktivitas sehari-hari.
“Melalui PLN Mobile, pelanggan dapat menyesuaikan kebutuhan daya listrik secara lebih praktis dan terencana. Dengan dukungan sistem digital, proses tambah daya diharapkan dapat menjaga kelancaran aktivitas di rumah sekaligus menunjang produktivitas dan keberlangsungan usaha masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting OJK menilai bank KBMI I (modal inti hingga Rp6 triliun) masih berpeluang memperkuat… Read More
Poin Penting Amartha menyalurkan pembiayaan Rp13,2 triliun pada 2025, tumbuh lebih dari 20% secara tahunan,… Read More
Poin Penting BNI–Siemens Indonesia menjalin kerja sama pembiayaan Rp300 miliar untuk proyek dan modal kerja… Read More
Poin Penting Tensi geopolitik mendorong aliran dana ke USD, membuat rupiah tetap rentan meski sempat… Read More
Poin Penting Empat BPR/BPRS dilikuidasi akibat dampak bencana di wilayah Sumatra, dengan kondisi terparah dialami… Read More
Poin Penting Tabungan di atas Rp5 miliar melonjak 22,76% pada akhir 2025, didorong penempatan dana… Read More