Jakarta – PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) pada hari ini (3/7) telah melangsungkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai perusahaan ke-26.
Direktur Utama SPRE, Rizet Ramawi mengatakan, lewat aksi IPO tersebut, Soraya Berjaya Indonesia menargetkan laba bersih tumbuh 15-20 persen di tahun ini. Adapun pada 2023, SPRE berhasil meraih laba sekitar Rp3 miliar.
“Pendapatannya Rp49 miliar (tahun lalu), target tahun ini lebih kurang Rp60 miliar lebih,” ucap Rizet kepada media di Jakarta, 3 Juli 2024.
Lebih jauh Rizet menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendukung pertumbuhan tersebut. Salah satunya adalah menambah jaringan agen-agen penjualan di seluruh Pulau Sumatera yang ditargetkan pada 2025 akan membuka cabang di Jambi dan Medan pada 2027.
“Kita akan fokus di Sumatera dulu, karena Sumatera masih luas ya, pasarnya. Dari Aceh sampai ke Lampung, itu kita akan menambah agen-agen baru di provinsi itu saat ini lebih kurang seribuan agen. Tahun ini menambah totalnya menjadi 2.000-3.000 agen,” imbuhnya.
Sementara dalam IPO, SPRE menawarkan sebanyak 240 juta saham baru, dengan nilai nominal Rp25 per saham yang ditawarkan pada harga penawaran sebesar Rp125 per saham, dan total nilai penawaran umum mencapai sebanyak Rp30 miliar.
Secara rinci, seluruh dana yang diperoleh Perseroan dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk membeli persediaan kebutuhan bahan baku produksi, seperti kain katun CVC, dakron (bed cover), dakron (badan bantal), busa, dan retsleting sebanyak 90,71 persen.
Lalu, sekitar 9,29 persen akan digunakan untuk pembelian mesin baru dan kendaraan operasional, yang terdiri dari:
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More