Jakarta–PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (CCB Indonesia) menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 60 persen pada tahun ini, atau menembus nilai Rp15 triliun. Pada tahun 2016, outstanding kredit CCB Indonesia telah mencapai angka Rp8,2 triliun.
“Kita target memang sedikit tajam, kita targetkan kredit tumbuh 60 persen dari tahun lalu,” ucap Luianto Sudarmana, Direktur Utama CCB Indonesia dalam acara brand launching “CCB Indonesia” di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 20 Februari 2017.
Baca juga: Membentengi Perbankan Nasional Lewat Konsolidasi
Bank CCB Indonesia sendiri merupakan penggabungan usaha antara PT Bank Windu Kentjcana International Tbk dengan PT Bank Antar daerah (Bank Anda), yang telah mendapatkan persetujuan Otoritas jasa keuangan (OJK) pada 30 November 2016. Tercatat setelah penggabungan usaha, jumlah kantor perseroan mencapai 112 kantor yang tersebar di Indonesia.
Adapun bisnis utama Bank Windu dan Bank Anda lebih menyasar segmen wholesale dan retail. Sementara dengan masuknya CCB Indonesia, bisnis di segmen korporasi diharapkan bisa ditingkatkan. “Perbandingan cukup drastis lebih ditopang oleh corporate banking,” jelas Luianto.
Baca juga: Wah NPL Perbankan Naik ke 3,1% di Januari 2017
CCB sebagai induk usaha CCB Indonesia sampai saat ini telah terlibat dengan proyek-proyek pembangunan infrastruktur seperti pembangkit listrik dan jalan tol. CCB sendiri memang sudah menargetkan pasar Asia, khususnya Indonesia, yang jumlah penduduknya hampir separuh dari total penduduk ASEAN sekitar 650 juta jiwa. (*) Suheriadi
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More