Jakarta – Chief Operating Officer LinkAja, Widjayanto mengungkapkan saat ini pihaknya sedang mengembangkan pembayaran via biometrik. Pengembangan ini tentunya bersinergi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Indonesia.
Widjayanto mengungkapkan, pembayaran biometrik bisa menjangkau masyarakat yang tidak memiliki smartphone, sehingga cakupan wilayah penggunaannya lebih luas. Umumnya, pembayaran biometrik menggunakan pemindai sidik jari dan pemindai mata untuk mendapatkan data dari pengguna.
“Kami sedang kembangkan bersama BI dan Himbara terkait dengan Biometrik. Cara ini merupakan solusi bagi pengguna yang tidak memiliki smartphone,” ujar Widjayanto pada paparan virtualnya, Senin, 6 September 2021.
Sebagai informasi, pembayaran biometrik sudah cukup dikenal di luar negeri, seperti Tiongkok. Negara tirai bambu ini sudah mampu menerapkan teknologi pemindaian wajah untuk melakukan pembayaran dan berbagai transaksi lainnya. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More