Jakarta – Chief Operating Officer LinkAja, Widjayanto mengungkapkan saat ini pihaknya sedang mengembangkan pembayaran via biometrik. Pengembangan ini tentunya bersinergi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Indonesia.
Widjayanto mengungkapkan, pembayaran biometrik bisa menjangkau masyarakat yang tidak memiliki smartphone, sehingga cakupan wilayah penggunaannya lebih luas. Umumnya, pembayaran biometrik menggunakan pemindai sidik jari dan pemindai mata untuk mendapatkan data dari pengguna.
“Kami sedang kembangkan bersama BI dan Himbara terkait dengan Biometrik. Cara ini merupakan solusi bagi pengguna yang tidak memiliki smartphone,” ujar Widjayanto pada paparan virtualnya, Senin, 6 September 2021.
Sebagai informasi, pembayaran biometrik sudah cukup dikenal di luar negeri, seperti Tiongkok. Negara tirai bambu ini sudah mampu menerapkan teknologi pemindaian wajah untuk melakukan pembayaran dan berbagai transaksi lainnya. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Satu dari tiga orang Indonesia menabung lebih sedikit atau tidak menabung sama sekali,… Read More
Poin Penting Survei Apindo menunjukkan 51% UMKM masih kesulitan mengakses pembiayaan. Lebih dari 80% pelaku… Read More
Poin Penting World Gold Council memproyeksikan harga emas mendapat dukungan dari tren pelemahan dolar AS… Read More
Perubahan pengurus Danamon akan diajukan dalam RUPST pada 31 Maret 2026, termasuk pengakhiran masa jabatan… Read More
Poin Penting Pendapatan Cinema XXI pada 2025 mencapai Rp5,9 triliun, tumbuh 2,6 persen yoy; laba… Read More
Poin Penting PGEO menyelesaikan proyek pemipaan sumur KMJ-19.5 dan KMJ-30.3. Proyek tingkatkan kapasitas PLTP Kamojang… Read More