News Update

Likuiditas Ketat, Perbankan Mulai Marak Terbitkan Obligasi

Jakarta – Penerbitan obligasi kian marak dilakukan perbankan sejak masuk kuartal dua tahun ini. Hal tersebut seiring adanya pencairan kredit infrastruktur secara masif di kuartal dua dan tiga tahun ini.

Ekonom BCA David Sumual mengatakan, menjelang akhir tahun banyak bank memerlukan likuiditas lebih guna mencukupi kebutuhan pencairan kredit di sektor infrastruktur. Apalagi pada minggu lalu pemerintah baru saja mengumumkan rencana untuk menambah penerbitan surat utang

Nilainyapun tak tanggung-taanggung, penambahan obligasi pemerintah itu mencapai sekitar Rp50 triliun

“Hal itu juga mendorong likuiditas yang makin ketat, karena dananya akan semakin ketat,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin, 7 Juli 2017.

Aksi korporasi sendiri lanjut David diperkirakan masih akan marak dilakukan perbankan, hal ini seiring posisi LDR perbankan sudah mulai tinggi.

Disisi lain penerbitan obligasi perbankan di Indonesia jika dibandingkan dengan negara emerging market lainnya masih tergolong konsevarif.

“Mereka masih mengandalkan DPK dibanding mencari pendanaan di pasar modal,” jelasnya.

Seperti diketahui, pada tahun ini pemerintah memperoyeksikan akan terjadi defisit penerimaan sekitar 2,6% hingga 2,7% dari produk domestik bruto (PDB). Beberapa bank yang sudah menerbitkan obligasi untuk memperkuat permodalannya diantaranya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang menerbitkan obligasi senilai Rp6 triliun pada Juni lalu.

Kemudian teranyar, obligasi milik BPD lampung senilai Rp610 miliar dan BRI Agroniaga senilai Rp500 miliar resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

6 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

6 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

6 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

6 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

10 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

13 hours ago