Ilustrasi: Kantor SMF. (Foto: Erman Subekti)
Mataram – Pandemi membuat likuiditas perbankan melimpah. Namun, hal ini tidak berpengaruh terhadap kinerja PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF dari sisi sekuritisasi.
“Pengaruhnya karena LDR bank yang sangat rendah, bukan likuiditas. Kalau LDR rendah dibutuhkan loan yang banyak supaya rasio lDR meningkat. Sekuritisasi SMF berdampak dari LDR turun,” kata Heliantopo, Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF, Jumat, 26 November 2021.
Sebagai informasi, sejak tahun 2009 sampai dengan saat ini SMF telah berhasil memfasilitasi 14 kali transaksi sekuritisasi, dengan total nilai akumulatif sebesar Rp12,78 triliun. Pada tahun ini Perseroan berencana untuk menerbitkan kembali Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP).
EBA-SP tersebut memiliki underlying kumpulan tagihan KPR yang memenuhi 32 kriteria seleksi sehingga aman bagi investor. Diharapkan sekuritisasi aset tersebut dapat mendukung penyaluran dana bagi pembiayaan perumahan untuk mendorong bangkitnya industri perumahan nasional. (*) Ayu Utami
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior, Praktisi Perbankan, dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia PERANG… Read More
Poin Penting Menurut riset HID 73 persen perusahaan global kini memprioritaskan manajemen identitas seiring meningkatnya… Read More
Jakarta - Persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang terkait kasus kredit macet PT… Read More
Poin Penting Hingga Februari 2026, Bank Kalbar mencetak laba Rp98,71 miliar, naik 14,81 persen (yoy),… Read More
Poin Penting BCA berpartisipasi dalam Earth Hour 2026 dengan memadamkan lampu dan perangkat non-esensial selama… Read More
Poin Penting Milenial dan Gen Z tidak lagi terpaku pada indikator tradisional seperti kepemilikan rumah,… Read More