Tips & Trick

Libur Nataru Aman di Jalan, Simak Tips Berkendara Jauh dengan Kendaraan Pribadi

Poin Penting

  • Pastikan kendaraan dan dokumen dalam kondisi lengkap dan prima, termasuk servis mesin, rem, ban, lampu, air radiator, serta SIM dan STNK.
  • Jaga kondisi fisik pengemudi, dengan istirahat cukup, makan bergizi, berhenti tiap 2–3 jam, dan hindari penggunaan ponsel saat berkendara.
  • Rencanakan perjalanan dengan baik, pilih rute terbaik, patuhi aturan lalu lintas, siapkan camilan, dan lengkapi dengan perlindungan asuransi agar perjalanan Nataru aman dan nyaman.

Jakarta – Menjelang akhir tahun, terdapat banyak hari libur dan cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2025. Seiring itu, kini akses antarwilayah di Pulau Jawa telah terhubung oleh jaringan jalan tol, sehingga memudahkan masyarakat yang ingin menjelajahi Pulau Jawa dengan berkendara lewat jalur darat.

Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan pribadi (road trip) saat libur Nataru?

Pastikan Kondisi Kendaraan Prima

AVP Leasing, Dealer & ATPM Division PT Sompo Insurance Indonesia, Revo Damopolii, mengatakan hal pertama yang perlu disiapkan tentu kondisi kendaraan.

Menurutnya, kendaraan harus dipastikan sudah menjalani servis di bengkel dan dicek secara menyeluruh, mulai dari mesin, rem, hingga kondisi ban.

“Jangan lupa juga cek kelengkapan dokumen seperti SIM dan STNK agar perjalanan tetap aman dan lancar,” ujarnya, dikutip Rabu, 25 Desember 2025.

Baca juga: 4 Tips Liburan yang Gak Bikin Kantong Bolong

Jaga Kondisi Fisik Selama Perjalanan

Ia melanjutkan, dalam perjalanan jauh terdapat banyak faktor yang dapat memengaruhi kondisi pengemudi, salah satunya rasa lelah. Oleh karena itu, penting menjaga fokus dan konsentrasi selama berkendara.

Nah, agar tetap fokus dan konsentrasi selama di perjalanan, apa saja sih tips yang bisa kita lakukan di perjalanan?

Pertama, sebut dia, pengemudi perlu menyiapkan kondisi fisik dengan baik, memastikan istirahat cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Baca juga: Pengendara Pemula Wajib Tahu, Berikut Tips Jarak Aman Berkendara di Jalan

Ia juga mengingatkan bahwa batas aman berkendara adalah maksimal 2-3 jam.

“Setelah itu tubuh perlu beristirahat agar kembali segar dan siap berkendara dengan lancar sampai dengan tujuan. Tak kalah penting adalah hindari menggunakan ponsel saat berkendara, demi keselamatan bersama,” bebernya.

Rencanakan Rute dan Istirahat Secara Berkala

Selain memastikan kendaraan dalam kondisi prima, dia bilang bahwa pengemudi juga perlu mengetahui rute perjalanan yang akan dilalui. Pilih jalur terbaik agar terhindar dari kemacetan.

Ia juga menyarankan agar menyiapkan makanan ringan atau camilan supaya perjalanan lebih nyaman dan tidak membosankan.

Di sela perjalanan, usahakan beristirahat setiap 2-3 jam untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima. Yang terpenting, nikmati perjalanannya.

Baca juga: IHSG Sesi I Jelang Libur Nataru Ditutup Hijau di Level 8.587, 343 Saham Terkoreksi

Cek Faktor Teknis Kendaraan sebelum Berangkat

Menjawab pertanyaan terkait faktor teknis yang perlu diperiksa sebelum perjalanan jauh, ia menambahkan bahwa pengecekan kendaraan tidak hanya terbatas pada ban.

Pengemudi juga perlu memastikan kondisi air radiator, klakson, lampu kendaraan, hingga AC berfungsi dengan baik.

Tak kalah penting, pastikan memiliki perlindungan asuransi perjalanan, karena risiko di jalan tidak dapat diprediksi.

Ia mengibaratkan seperti tulisan yang sering terlihat di gerbang tol, “Hari sial itu tidak ada di kalender”, sehingga antisipasi perlu dilakukan sejak awal.

Utamakan Keselamatan dan Patuhi Aturan Lalu Lintas

Untuk menjaga perjalanan tetap aman dan nyaman, keselamatan harus menjadi prioritas utama. Pengemudi tidak perlu terburu-buru karena tujuan utama adalah liburan atau mudik.

“Nikmati perjalanan, jaga konsentrasi dan fokus selama berkendara, serta patuhi aturan lalu lintas. Jangan lupa memastikan dokumen kendaraan seperti SIM dan STNK lengkap agar perjalanan selamat sampai tujuan,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

4 hours ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

5 hours ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

5 hours ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

5 hours ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

6 hours ago

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More

7 hours ago