News Update

Libur Natal dan Tahun Baru Volume Transaksi Bank Mandiri Diprediksi Naik 8%

Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, memprediksi akan ada lonjakan transaksi pada libur Natal dan Tahun Baru (Libur Nataru) seiring dengan meningkatnya laju transaksi masyarakat di musim liburan.

Direktur Consumer and Retail Transactions Bank Mandiri Hery Gunardi di Jakarta, Senin, 16 Desember 2019 mengatakan, dari volume transaksi Bank Mandiri akan naik kisaran 7 hingga 8 persen pada libur Nataru tahun ini.

“Karena costumer base kita naik dari 18 juta naik ke 20 juta itu Saya rasa memang cukup signifikan. Dari sisi volume transaksi sendiri nanti akan mengalami kenaikan mungkin sekitar 7-8 persen,” kata Hery.

Dirinya menjelaskan, dari frekuensi transaksi hari normal seperti biasanya, Bank Mandiri mencatatkan transaksi sekitar 803 hingga 1.000 transaksi per detik (tps). Namun pada libur lebaran ini diprediksi transaksi mencapai sekitar 2.463 hingga 2.725 transaksi per detik.

“Jadi artinya memang pada saat libur ini nataru memang ada kecenderungan belanja, kalau ditanya peningkatan berapa mungkin sekitar 7 hingga 9 persen dari sisi frekuensinya,” ucap Hery.

Bank Mandiri juga menyiapkan dana tunai sebesar Rp33,5 triliun atau sekitar Rp1,1triliun per hari untuk mencukupi kebutuhan masyarakat pada saat perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020. Dana yang disiapkan selama periode 2 Desember 2019 hingga 2 Januari 2020 tersebut meningkat 26% dibandingkan periode normal. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting BRI salurkan KUR Rp178,08 triliun pada 2025 kepada 3,8 juta debitur, dengan 64,49… Read More

11 mins ago

Mengeliminasi Fragmentasi Global dan Menimbang Posisi Indonesia

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM laporan Global… Read More

13 mins ago

HRTA Rilis Aplikasi HRTA Gold untuk Transaksi Emas dan Perhiasan, Ini Keunggulannya

Poin Penting HRTA meluncurkan aplikasi HRTA Gold sebagai platform jual beli emas dan perhiasan fisik… Read More

47 mins ago

Fungsi Intermediasi Solid, BNI Raup Laba Rp20 Triliun di 2025

Poin Penting Kredit tumbuh 15,9 persen yoy menjadi Rp899,53 triliun, DPK naik 29,2 persen menjadi… Read More

1 hour ago

Demutualisasi Bursa dan Krisis Akuntabilitas Hukum

Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More

3 hours ago

Jahja Setiaatmadja Borong 67.000 Saham BBCA, Rogoh Kocek Segini

Poin Penting Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga… Read More

4 hours ago