Gernas BBI
Jakarta – Bank Indonesia (BI) menunjukkan dukungannya pada UMKM melalui dua sisi yaitu supply dan demand. Deputi Gubernur BI, Dodi P. Juwono optimis dukungan dua sisi ini akan mampu mendorong UMKM naik kelas dan menambah kontribusi terhadap pemulihan ekonomi.
Menurutnya dari sisi supply, BI terus membantu agar perbankan bisa terus memberikan pembiayaan yang lebih besar terhadap UMKM. Salah satu caranya adalah dengan mengeluarkan kebijakan rasio pembiayaan inklusif makro prudensial bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/3/PBI/2022 tentang Perubahan atas PBI No. 23/13/PBI/2021.
“Dari sisi demand, kami terus mengembangkan UMKM dengan kebijakan korporatisasi, pengembangan kapasitas, dan pembiayaan,” jelas Doni pada paparan virtualnya, Senin, 7 Maret 2022.
Untuk meningkatkan permintaan akan produk UMKM, BI bekerja sama dengan off taker di dunia usaha melalui binaan-binaan Kementerian/Lembaga, BUMD, atau BUMDES. Lalu, bank sentral juga mendorong digitalisasi pembayaran, mendorong sertifikasi UMKM, kita juga lakukan kurasi terhadap produk produk UMKM.
Dalam kesempatan yang sama, BI juga berkerja sama dengan pemerintah untuk mendorong penggunaan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) dan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Doni mengungkapkan penggunaan kedua aplikasi ini akan mampu membuat laporan keuangan yang terekam bagi UMKM.
Dengan demikian, skor kredit UMKM akan tercipta dan akses pembiayaan akan semakin mudah. Ia optimis langkah ini akan mampu meningkatkan kemampuan UMKM untuk tumbuh lebih baik lagi. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Pegadaian kelola emas fisik 141 ton dari deposito, modal kerja, bulion trading, dan… Read More
Poin Penting Penyaluran Penugasan Khusus Ekspor (PKE) LPEI mencapai Rp13,5 triliun sepanjang 2025, naik 85… Read More
Poin Penting Tabungan emas Pegadaian dijamin 1 banding 1 dengan emas fisik yang tersimpan di… Read More
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Irawati) Read More
Poin Penting APBN Februari 2026 defisit Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen dari PDB, dengan… Read More
Poin Penting Tugu Insurance meluncurkan asuransi mikro t mudik (konvensional dan syariah) untuk memberikan perlindungan… Read More