News Update

Lewat PROMISE II IMPACT, ILO Tingkatkan Inklusi Keuangan dan Digitalisasi UMKM

Poin Penting

  • ILO melalui program PROMISE II IMPACT mendorong peningkatan inklusi keuangan untuk memperkuat ketahanan ekonomi UMKM
  • OJK menegaskan peran digitalisasi sebagai pendorong utama akses keuangan formal, termasuk melalui Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan pengembangan ekosistem digital
  • Program PROMISE II IMPACT mendapat dukungan multipihak—termasuk SECO dan Kemenko Perekonomian—dan terbukti memperluas akses keuangan.

Jakarta – International Labour Organization (ILO) ikut berkontribusi dalam memperkuat inklusi keuangan di Indonesia. Melalui program PROMISE II IMPACT, ILO Indonesia mendorong peningkatan ketahanan ekonomi dan transformasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pekerja informal.

ILO menyakini, inklusi keuangan menjadi katalis utama dalam mendorong transformasi UMKM menjadi usaha formal, penguatan rantai nilai pedesaan, dan penciptaan lapangan kerja yang layak.

Fokus ini sejalan dengan agenda nasional pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui perluasan akses layanan keuangan formal dan digital.

Djauhari Sitorus, Project Manager PROMISE II IMPACT ILO Indonesia, mengatakan, keuangan inklusif bukan hanya soal akses, tapi juga membawa perubahan nyata pada mata pencaharian masyarakat.

“Dalam kerangka Decent Work Agenda, ILO mendorong kesehatan finansial produktivitas, pendapatan yang stabil, dan ketahanan usaha. Ketika pelaku UMKM dan petani terhubung dengan layanan keuangan formal, mereka menjadi lebih tangguh menghadapi risiko, lebih produktif, dan memiliki peluang memperluas usahanya,” ujarnya dalam media luncheon di Jakarta, Kamis, 11 Desember 2025, kemarin.

Baca juga: Dari Pelatihan hingga Sertifikasi Halal: Begini BSI Mendorong UMKM Naik Kelas

Project ini juga mendapat dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menegaskan pentingnya perluasan akses keuangan yang aman dan bertanggung jawab bagi pelaku UMKM, termasuk petani di pedesaan. OJK menilai digitalisasi menjadi faktor pendorong yang kuat khususnya dalam Pemeringkat Kredit Alternatif atau PKA.

“Ketika usaha kehilangan aset karena suatu hal seperti bencana, pendataan digital maupun data transaksi e-commerce atau penggunaan telepon menjadi sangat relevan agar bank tetap dapat melihat kemampuan penerima kredit,” kata Djoko Kurnijanto, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK.

Terkait digitalisasi, OJK bersama ILO turut mengembangkan program digitalisasi salah satunya yakni ekosistem sapi perah melalui sistem ERP (Enterprise Resource Planning). Sistem ini kemudian diintegrasikan dengan PKA guna meningkatkan penyaluran pembiayaan bagi peternak rakyat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Swiss Economic Corporation and Development (SECO) mengatakan, PROMISE II IMPACT, terbukti telah memperluas akses layanan keuangan terjangkau melalui penguatan ekosistem rantai nilai di tiga sektor utama di tiga provinsi yaitu sapi perah di Jawa Barat, rumput laut di Sumba, dan nilam di Aceh, serta modernisasi layanan lembaga keuangan daerah.

“Kami melihat kolaborasi multipihak sebagai kunci keberhasilan inisiatif ini. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan,” kata Ariadirja Martoni, Wakil Kepala SECO Indonesia.

Baca juga: Bos OJK Beberkan Alasan Terbitkan POJK UMKM dan POJK Bank Syariah di 2025

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengapresiasi program PROMISE II IMPACT dalam memperluas pemahaman akses keuangan formal bagi komunitas lokal. Program ini dinilai bisa diadopsi lewat Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

“Program-program dukungan proyek akan masuk ke dalam portofolio program strategis TPAKD untuk memastikan keberlanjutannya,” tegas Erdiriyo, Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kopra by Mandiri Permudah Pengelolaan DHE SDA, Kini Bisa Dipantau Real-Time

Poin Penting Bank Mandiri menghadirkan fitur DHE Tracker di Kopra by Mandiri untuk membantu eksportir… Read More

49 mins ago

Pelaporan SPT 2025 Tembus 6 Juta, Ini Rincian Data dari DJP

Poin Penting Pelaporan SPT Tahunan 2025 mencapai 6.002.570 hingga 5 Maret 2026 pukul 08.00 WIB.… Read More

2 hours ago

Ini Kata Pemerintah soal Stok Pangan, BBM, dan LPG Jelang Lebaran

Poin Penting Pemerintah menjamin stok jelang Lebaran untuk pangan, BBM, dan LPG dalam kondisi aman… Read More

3 hours ago

IHSG Ditutup Menguat 1,76 Persen ke Level 7.710, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 1,76% ke level 7.710,53 pada perdagangan 5 Maret 2026. Mayoritas… Read More

3 hours ago

Daftar ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu Terdekat untuk THR Lebaran 2026

Poin Penting Pencarian ATM pecahan Rp10 ribu dan Rp20 ribu terdekat meningkat jelang Lebaran 2026… Read More

3 hours ago

KNEKS: Spin-Off Terlalu Cepat Berpotensi Melahirkan Bank Syariah Kecil

Poin Penting KNEKS menilai spin-off UUS yang terlalu cepat berpotensi melahirkan bank syariah kecil dengan… Read More

4 hours ago