Keuangan

Lender Sulit Tarik Dana, OJK Panggil Pengurus Pindar Dana Syariah Indonesia

Poin Penting

  • OJK tengah menyelidiki dugaan gagal bayar PT Dana Syariah Indonesia dengan memanggil pengurus dan pemegang saham untuk klarifikasi dan mencari solusi penyelesaian
  • OJK siap ambil tindakan tegas, termasuk penegakan kepatuhan dan koordinasi dengan aparat hukum jika ditemukan pelanggaran pidana
  • Dana Syariah tutup layanan offline sementara 6–10 Oktober 2025, di tengah keluhan lender terkait dana penarikan (WD) yang belum cair.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah memantau dugaan kasus gagal bayar teranyar di industri financial technology peer-to-peer lending (Fintech P2P Lending) yang saat ini menimpa PT Dana Syariah Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap pengurus dan pemegang saham PT Dana Syariah Indonesia untuk memperoleh tambahan penjelasan terkait permasalahan yang terjadi.

“Serta mencari solusi konkret penyelesaiannya, termasuk dalam menjaga keberlangsungan usaha,” sebut Agusman dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK bulan Oktober 2025, secara virtual, Kamis, 9 Oktober 2025.

Baca juga: OJK Catat Utang Pindar Warga RI Tembus Rp87,61  Triliun di Agustus 2025

Bila terbukti terjadi tindak pidana, kata Agusman, maka OJK akan mengambil langkah-langkah penegakkan kepatuhan, sekaligus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Termasuk melakukan Penilaian Kembali bagi Pihak Utama atau PKPU,” tukasnya.

Sebagai informasi, soal dugaan gagal bayar miliaran rupiah oleh Dana Syariah Indonesia mencuat seusai munculnya gelombang kesaksian para lender yang mengeluhkan penarikan dana atau withdrawal (WD) yang mereka lakukan masih belum cair atau masuk ke rekening pribadi.

Baca juga: OJK Catat Ada 4 Multifinance dan 9 Pindar Modal Cekak

Tebaru, Dana Syariah Indonesia mengumumkan bahwa seluruh layanan kantor offline mereka ditutup sementara pada periode 6–10 Oktober 2025.

“Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi seluruh layanan Danasyariah untuk sementara waktu dilakukan secara online,” tulis perusahaan. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

3 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

3 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

4 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

5 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

5 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

6 hours ago