Moneter dan Fiskal

Menkeu Tegaskan Lelang Barang Pejabat Negara Bukan Untuk APBN

Jakarta – Keputusan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan untuk melaksanakan lelang barang pejabat negara bukan untuk membiayai APBN 2018 yang sejauh ini masih dalam kategori aman dan berjalan sesuai Undang Undang (UU).

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, di Jakarta, Rabu, 28 Februari 2018. Menurutnya, acara lelang yang diselenggarakan Ditjen Kekayaan Negara ini merupakan dalam rangka memperingati 110 tahun Lelang Indonesia pada 28 Februari 2018.

“Kami tegaskan bahwa lelang ini merupakan barang pribadi dan hasilnya disumbangkan untuk kegiatan sosial,” ujarnya.

Pernyataan Menkeu tersebut sekaligus menjawab tudingan publik di media sosial yang menyebutkan bahwa lelang barang pribadi miliki pejabat pemerintah pusat itu untuk membiayai APBN 2018. “Kami melakukan ini menjadi agak heboh di dunia maya. Terlihat Bu Menteri Keuangan menjual baju karena APBN kekurangan,” ucapnya.

Baca juga: Defisit APBN Hingga Januari 2018 Sentuh Rp 37,1 Triliun

Dia menjelaskan, proses lelang ini juga sekaligus untuk memberikan contoh transparansi kepada industri perbankan saat melakukan lelang aset macet yang menjadi agunan kredit. “Uang ini bukan uang APBN. Koleksi pribadi menjadi penerimaan pribadi. APBN kita aman dan kami tetap menjalankan sesuai UU APBN,” tegas Menkeu.

Dia menyatakan, proses lelang yang dilakukan Kemenkeu ini merupakan alternatif transaksi untuk menciptakan kultur baru di Indonesia, terkait sertifikasi barang lelang dan transparansi lelang. “Ini baik juga untuk neraca perbankan agar tetap sehat dan proses mekanisme lelang yang dianggap transparan,” tuturnya.

Lebih lanjut Sri Mulyani mengungkapkan, proses lelang yang bersertifikasi dan memiliki tata kelola yang baik menjadi penting menciptakan transaksi yang fair dan transparan. “Hal seperti ini akan menggambarkan persepsi dan image mengenai Indonesia yang bisa dipercaya masyarakat,” tutupnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Aplikasi PINTU Listing 10 Tokenisasi Aset Global, Apa Saja?

Poin Penting PINTU tambah 10 token baru, termasuk saham global, ETF, dan obligasi, sehingga investor… Read More

2 hours ago

Dorong Pemberdayaan UMKM, Bank Aladin Syariah Dukung Program Warteg Gratis 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More

4 hours ago

Separuh Driver Grab Ternyata Eks Korban PHK, Ini Fakta dan Potensi Penghasilannya

Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More

6 hours ago

Kinerja Himbara Turun, OJK Sebut Faktor Siklikal dan Berpotensi Rebound

Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More

6 hours ago

Tugu Insurance Wujudkan Kepedulian terhadap Alam melalui Program Tugu Green Journey

Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More

7 hours ago

Tokio Marine Life Gandeng BAZNAS Bedah 5 Rumah dan Santuni Anak Yatim di Jakarta

Poin Penting Tokio Marine Life dan BAZNAS renovasi 5 rumah di Setiabudi, Jakarta, dengan Rp55… Read More

7 hours ago