Ilustrasi Asuransi kesehatan. Foto: Istimewa.
Jakarta – Bisa bersenang-senang di usia muda dan tetap berinvestasi untuk hari tua menjadi dambaan semua insan. Namun, apakah Anda dapat menjalankan kondisi keuangan ideal tersebut di tengah kebutuhan yang kian mahal?
Tentu saja, hal ini bisa Anda lakukan dengan catatan memiliki perencanaan keuangan yang matang saat ini, termasuk menyiapkan biaya tak terduga seperti dana darurat.
Nyala Financial Fitness Trainer Bank OCBC NISP Widya Yuliarti mengatakan, perencanaan keuangan bukan hanya sebatas tentang uang semata. Akan tetapi, seberapa siap seseorang menghadapi sebuah risiko hidup.
“Oleh karena itu, kita perlu menyiapkan dana darurat dan asuransi,” katanya dalam Kick Off On Life Goals Challenge Bank OCBC NISP, di Jakarta, Jumat 14 Juli 2023.
Baca juga: Ini Pentingnya Menjaga Dana Cadangan untuk Kondisi Darurat
Ia merinci, dana darurat sendiri pada dasarnya untuk melindungi pelbagai risiko menyangkut kehilangan pendapatan, bencana dan kejadian yang tidak bisa direncanakan.
Untuk bisa menyiapkan dana darurat, kata dia, besarannya berkisar 6 hingga 12 kali dari 20 pengeluaran per bulan. “Anda bisa menyimpannya di tempat yang aman, likuid dan mudah dijangkau,” jelasnya.
Adapun sangat penting bagi seseorang untuk memiliki asuransi. Di mana, fungsi utamanya adalah untuk melindungi risiko terkena penyakit, kecelakaan dan kehilangan pendapatan karena risiko tertentu.
“Utamakan untuk memiliki asuransi kesehatan sebelum asuransi jiwa dan asuransi penyakit kritis. Anda bisa alokasikan 10% dari pendapatan,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More