Jakarta – PT Bank Agris Tbk (AGRS) mencatatkan penurunan Loan To Deposit Ratio (LDR) ke level 70,62% pada akhir kuartal I 2016. Penurunan itu disebabkan banyaknya portofolio kredit Bank Agris yang di caplok oleh bank BUKU III dan BUKU IV.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Wakil Direktur Utama Bank Agris, Nathan Christian, di Jakarta, Senin, 13 Juni 2016. Menurutnya, penurunan LDR ini tak hanya terjadi pada Bank Agris saja namun juga terjadi di bank BUKU I lainnya.
“Waktu pemerintah mengeluarkan kebijakan bunga rendah maka bank bank besar mencaplok kredit kami,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dengan penurunan suku bunga kredit pada bank BUKU III dan IV, maka kata dia, hal itu tak bisa ditahan dan dilawan oleh Bank BUKU I seperti Bank Agris. “Sehingga banyak nasabah kami yang pindah kesana,” tukasnya.
Sebagaimana diketahui, otoritas perbankan (OJK) akan mengenakan pinalti kepada bank-bank yang memiliki LDR di bawah 78% dan atau di atas 92%. Oleh sebab itu Bank. Agris telah menyiapkan langkah-langkah untuk keluar dari zona pinalti tersebut.
Di tempat yang sama Komisaris Utama Bank Agris, Paulus Nurwandono menambahkan, untuk menahan posisi LDR di tingkat yang aman, pihaknya akan mengerem pencarian deposito. “Kami akan tingkatkan ratio CASA kami dari posisi saat ini 20,7%,” ucapnya.
Sementara untuk langkah lainnya, pihaknya akan fokus untuk meningkatkan penyaluran kredit di segmen mikro. “Keuntungan segmen ini tidak terlalu memikirkan selisih bunga,” papar dia. (*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More