Ilustrasi: Penyakit jantung/istimewa
Jakarta–Operator OMNI Hospitals, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk menilai, rendahnya tingkat layanan kesehatan secara nasional membuka ruang bagi perseroan untuk fokus membidik pangsa pasar di luar Pulau Jawa.
Menurut Wakil Presiden Direktur Sarana Meditama, Hassan Themas, mengatakan hal itu dinilai sebagai peluang untuk pihaknya meningkatkan ekspansi di tahun ini.
“Strategi perseroan untuk memperluas pangsa pasar adalah meningkatkan layanan medis tersier kompleks dan layanan kesehatan berkualitas,” kata Hassan usai RUPS perseroan di Jakarta, Jumat, 27 Mei 2016.
Menurut dia, kinerja keuangan perseroan senndiri cukup bagus di 2015, dimana perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp515,09 miliar atau tumbuh 24,3% dibandingkan 2014. Kondisi itupun mendorong aset perusahaan juga bertumbuh 158% mencapai Rp1,2 triliun.
Hassan menyebutkan, kenaikan aset lebih besar dipengaruhi surplus revaluasi kedua aset rumah sakit dan pembangunan rumah sakit ketiga di Cikarang, Jawa Barat.
Lebih lanjut dia mengatakan, pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional telah mendorong perseroan untuk meningkatkan ekspansi menggarap proyek rumah sakit di luar Pulau Jawa.
Bahkan diakkui, pihaknya kini sudah mempersiapkan pembangunan rumah sakit keempat, seperti di Balikpapan, Kalimantan dan ditargetkan bisa beroperasi pada 2017 mendatang. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More
Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More
Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More
Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More
Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More
Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More