Jakarta– Dalam kehidupan bernegara, sebuah bangsa harus memiliki dua kunci utama yang dipegang teguh agar dapat menjaga stabilitas sebuah negara. Kunci tersebut ialah layanan kepada masyarakat serta komitmen untuk tidak melakukan korupsi.
Pesan itulah yang disampaikan oleh Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Prof Komaruddin Hidayat, yang menjadi pembicara dalam Infobank 16th Banking Service Excellence Awards 2019. Dirinya menilai, Indonesia juga perlu memegang prinsip tersebut guna terciptanya negara yang stabil.
“Misalnya saja beberapa negara jatuh pertama pemerintah gagal memberikan layanan kedua korupsi,” kata Komaruddin di The Ritz Carlton, Mega Kuningan Jakarta, Kamis 27 Juni 2019.
Selain itu Komaruddin juga menyebut, saat ini yang masih menjadi tantangan kedepan ialah menjaga identitas jati diri kebangsaan yang telah melekat dalam masyarakat. Menurutnya, sebuah bangsa harus memegang teguh identitas tersebut, dimana identitas bangsa Indonesia ialah Pancasila.
“Tantangan kedepan negara harus sadar betul identitas nya. Dalam kajian litatur ketika sebuah bangsa tidak punya identitas maka tidak akan kokoh,” tambah Komaruddin.
Dirinya berharap, kedepan negara Indonesia harus mampu menghadapi tantangan dan memegang teguh komitmen tersebut guna menjaga identitas negara. (*)
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More