Pertalite akan diganti dengan Pertamax Green 92. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Pada 2023 ini, Pertamina membentuk Satgas Ramadan dan Idulfitri (Rafi). Pertamina telah menyiagakan berbagai sarana dan fasilitas utama yang meliputi 114 Terminal BBM, 23 Terminal LPG, lebih dari 7.400 SPBU, 667 SPBE, 4.972 Agen LPG, dan 68 DPPU.
Selain layanan utama, layanan siaga serta layanan tambahan juga disiapkan antara lain 1.505 SPBU Siaga, 5.471 Agen LPG Siaga, 43 Kiosk Pertamina Siaga, 391 Motoris Pertamina Delivery Service (PDS), 201 Mobil Tanki Standby, penambahan tanki di SPBU khususnya di kepulauan kecil, dan 13 Rumah Pertamina Siaga.
Diharapkan ke depan, Pertamina akan semakin meningkatkan kualitas layanan BBM saat mudik. Termasuk di antaranya, terkait fasilitas umum seperti penambahan toilet di beberapa SPBU tambahan. “Terutama untuk toilet perempuan, mohon lebih ditingkatkan lagi,” ujar Komunitas Otomotif Adjie Sambogo dikutip 29 April 2023.
Pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2023 Pertamina, dinilai berperan penting dalam memperlancar pasokan BBM selama arus mudik dan balik Idulfitri 2023. Menurut Adjie Sambogo yang juga Humas Club Ayla Indonesia (CAI), meski di beberapa ruas jalan ditemui kemacetan cukup panjang, namun kualitas layanan BBM justru semakin meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Pasokan BBM lebih lancar. Beberapa jalan memang macet. Namun dibandingkan sebelumnya, layanan BBM justru menunjukkan peningkatan,” jelas Adjie.
Penilaian Adjie, didasarkan atas pengalamannya saat mudik. Baik dari Jakarta ke Madiun, 19 April 2023 maupun saat kembali pada 26 April 2023. Memang, di beberapa rest area dipadati pemudik yang banyak memanfaatkan untuk tempat beristirahat. “Namun untuk layanan BBM di SPBU rest area tersebut, saya lihat justru aman. Begitu juga SPBU-SPBU lain, saya lihat semua terlayani dengan baik, tanpa antrean panjang,” imbuh Adjie.
Kondisi arus lalu lintas, lanjut Adjie, sempat diwarnai beberapa kemacetan. Ketika berangkat misalnya, dirinya sempat menemui kepadatan di Cikampek dan Semarang. Begitu pula ketika keluar Tol Madiun. “Tapi itulah. Meski di Madiun macet sekali, namun untuk SPBU tetap lancar. Karena saya juga sempat mengisi penuh BBM di sana,” ungkap Adjie.
“Kelancaran BBM tersebut, menurut saya karena memang keberadaan Satgas Rafi. Termasuk penambahan beberapa lokasi pengisian BBM di beberapa tempat, seperti Km 228 mendekati Kalikangkung,” lanjutnya.
Ia melihat kesiagaan Satgas Rafi dalam layanan BBM. Layanan yang dimaksud Adjie, antara lain seperti Kiosk Pertamina Siaga dan Motoris Pertamina Delivery Service (PDS). Berbagai kesiagaan tersebut, bisa dilihatnya sepanjang perjalanan mudik dan arus balik. “Termasuk para motoris yang jemput bola dan mengantarkan BBM kepada pemudik yang hampir kehabisan BBM di jalan tol,” tutupnya. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More