Jakarta–Bisnis startup saat ini sudah menjamur di kawasan negara berkembang seperti Indonesia. Berawal dari rintisan baru, bisnis akan terus berjalan dan harus menghasilkan laporan keuangan untuk menjawab semua aktivitas perusahaan. Tidak menutup mata bahwa banyak perusahaan startup ragu dalam menjalankan bisnisnya karena belum adanya laporan keuangan.
Kesulitan membuat laporan keuangan membuat perusahaan mengambil langkah untuk merekrut karyawan dan menyerahkan semua proses pembuatan laporan keuangan kepada karyawan barunya.
Menurut Chief Technology Officer Akuntansionline.id, Eko Cahyono, keputusan ini menimbulkan banyak polemik. “Mulai dari keraguan perusahaan terhadap keakuratan laporan keuangan hingga molornya waktu penyelesaian yang dihindari oleh para business owner,” ujar Eko Cahyono di Jakarta, Senin, 20 Maret 2017.
Eko menambahkan, para business owner itu harus memutar otak agar pembuatan laporan keuangan ini tidak mengganggu bisnisnya yang harus terus berjalan dan tetap taat pada aturan pajak. “Apalagi kebijakan pemerintah saat ini tentang penetapan tax amnesty yang membuat banyak business owner gencar mengelola bisnisnya,” tuturnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Bank Indonesia mencatat kredit perbankan tumbuh 9,37 persen (yoy) pada Februari 2026, sedikit… Read More
Poin Penting One way mudik 2026 secara nasional direncanakan berlaku pada 18 Maret 2026 pukul… Read More
Poin Penting Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,1 persen dari sebelumnya… Read More
Poin Penting Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75 persen pada Maret 2026, dengan suku… Read More
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi InfoBank Media Group ASING, Aseng dan Asep. Bank milik… Read More
Poin Penting ESDM memastikan stok BBM nasional aman dengan ketahanan mencapai 27–28 hari, di atas… Read More