Jakarta–Bisnis startup saat ini sudah menjamur di kawasan negara berkembang seperti Indonesia. Berawal dari rintisan baru, bisnis akan terus berjalan dan harus menghasilkan laporan keuangan untuk menjawab semua aktivitas perusahaan. Tidak menutup mata bahwa banyak perusahaan startup ragu dalam menjalankan bisnisnya karena belum adanya laporan keuangan.
Kesulitan membuat laporan keuangan membuat perusahaan mengambil langkah untuk merekrut karyawan dan menyerahkan semua proses pembuatan laporan keuangan kepada karyawan barunya.
Menurut Chief Technology Officer Akuntansionline.id, Eko Cahyono, keputusan ini menimbulkan banyak polemik. “Mulai dari keraguan perusahaan terhadap keakuratan laporan keuangan hingga molornya waktu penyelesaian yang dihindari oleh para business owner,” ujar Eko Cahyono di Jakarta, Senin, 20 Maret 2017.
Eko menambahkan, para business owner itu harus memutar otak agar pembuatan laporan keuangan ini tidak mengganggu bisnisnya yang harus terus berjalan dan tetap taat pada aturan pajak. “Apalagi kebijakan pemerintah saat ini tentang penetapan tax amnesty yang membuat banyak business owner gencar mengelola bisnisnya,” tuturnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More
Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More