Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangannya di hadapan awak media di Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat pada Jumat, 19 Juli 2024. (Foto: BPMI )
Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan hasil lawatan ke Persatuan Emirat Arab (PEA) pada Selasa-Rabu (16-17/07), di mana ada dua isu utama yang menjadu fokus peningkatan kerja sama bilateral.
“Ke UEA kita hanya membahas dua hal penting, meskipun ada banyak yang lainnya,” kata Jokowi, dalam keterangan persnya, dikutip Minggu, 21 Juli 2024.
Jokowi merinci, fokus utama yakni mengenai pembangunan pusat keuangan atau financial center di Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menyebut bahwa pemerintah ingin mempelajari sistem di Dubai International Financial Center (DIFC).
“Di situ ada sistemnya kita ingin tiru, rekrutnya seperti apa, membawa uang untuk bisa masuk ke financial center di Dubai seperti apa, DIFC,” jelasnya.
Baca juga : Seperti Ini Rencana Kerja Tiga Wamen Anyar di Kabinet Transisi Jokowi
Terkait hal tersebut, Jokowi mengungkapkan bahwa telah ditandatangani sebuah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan DIFC.
“Artinya financial center yang di IKN ini nanti akan kita harapkan segera dibentuk dan segera bisa berjalan,” tambahnya.
Lanjutnya, fokus kedua yang ditekankan adalah kerja sama dalam sektor nikel, yang mencakup seluruh rantai nilai dari hulu hingga hilir, mulai dari pertambangan, produksi katode dan prekursor, pembuatan baterai kendaraan listrik, hingga kendaraan listrik itu sendiri.
Baca juga : Jokowi dan Presiden MBZ Bahas Kerja Sama Bilateral, Salah Satunya Proyek IKN
Selain PEA dan Indonesia, akan ada dua negara lain yang saat ini tengah didekati untuk bekerja sama.
“Kalau ini berhasil, kita harapkan bisa menguasai pasar 80-85 persen pasar dunia, itu yang kita harapkan,” jelasnya.
Kerja sama tersebut menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam menguatkan posisi Indonesia di pasar global, khususnya dalam industri yang sedang berkembang pesat seperti kendaraan listrik dan teknologi baterai. (*)
Editor : Galih Pratama
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More