Internasional

4 Fakta Menarik Laut Hitam, Jalur Ekspor Biji-Bijian Rusia dan Ukraina

Jakarta – Perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina kian memanas. Bahkan, konflik bersenjata antara Vladimir Putin dan Volodymyr Zelensky semakin meluas ke wilayah Laut Hitam.

Terbaru, aliansi negara-negara dari Eropa dan Amerika Utara (NATO) turun tangan dalam meningkatkan pengawasan di wilayah Laut Hitam setelah Rusia keluar dari kesepakatan biji-bijian Ukraina.

Di luar dari perang kedua negara yang makin kusut tersebut, publik pun dibuat penasaran dengan keberadaan Laut Hitam atau Black See.

Publik pun mulai mencari tahu tentang sejarah dan fakta menarik tentang Laut Hitam. Tanpa panjang lebar, berikut rangkuman Infobanknews tentang Laut Hitam. Check it out!

Asal Usul Nama Laut Hitam

Secara geografis, Laut hitam adalah kawasan perairan di antara benua Eropa dan Asia kecil yang menjadi penghubung beberapa jalur laut, seperti laut tengah, laut marma, serta Laut Azof.

Dinukil Britannica, Kamis (27/7), Laut Hitam berbatasan dengan Rusia dan Ukraina di utara, Turki di selatan, Bulgaria di bagian barat, serta Georgia di bagian timur.

Baca juga: Kontroversi Ekspor Biji-Bijian, Perang Rusia-Ukraina Bakal Menjalar ke Laut Hitam

Menariknya, Laut Hitam mempunyai bentuk yang oval dengan perkiraan kedalaman mencapaic7.250 kaki atau 210 meter, serta garis pantai seluas 5.800 km.

Lantas, mengapa Kawasan perairan ini dinamakan Laut Hitam?  Setidaknya ada beberapa teori yang mengemuka ihwal asal-usul penamaan Laut Hitam.

Satu diantaranya, berawal dari orang Yunani Kuno yang menyebutkan Laut Hitam dengan istilah “Inhospitable Sea” atau “Laut Yang Tidak Ramah”. Pasalnya, nama tersebut diambil lantaran dulunya perairan ini dikenal sulit dinavigasi oleh para pelaut.

Dulunya, pada masa Kekaisaran Ottoman, perairan ini dalam bahasa Turki disebut dengan Karadeniz atau Black Sea, yang berarti Laut Hitam.

Versi lain menyebut bahwa asal muasal penamaan Laut hitam berasal dari kandungan benda logam, tumbuhan mati, dan materi hewan yang terkubur di dasar laut dalam kurun waktu lama.

Lantas, kandungan tersebut mengendap dan tertutup lumpur hitam lantaran tingginya kandungan hydrogen sulfida di air laut.

Laut Hitam dan Kematian

Seperti Anda ketahui, hitam merupakan warna yang kerap dikaitkan dengan kematian. Nah, di dasar Laut Hitam ini banyak ditemukan sisa-sisa manusia dan beberapa bangkai kapal yang karam.

Dulunya, Laut Hitam menjadi salah satu kawasan laut yang sangat berbahaya karena memiliki cuaca yang ekstrem. Banyak kapal-kapal yang karam oleh badai laut akibat tidak menemukan tempat untuk berlabuh.

Itulah kenapa, orang-orang kuno menyebutnya sebagai laut kematian. Mereka juga sering memperingatkan para awak kapal untuk berhati-hati saat akan pergi ke kawasan Laut Hitam.

Jalur ‘Sutera’ Transportasi

Laut Hitam merupakan kawasan perairan yang memiliki peran strategis sebagai jalur transportasi karena kerap dilintasi oleh kapal barang dari Eropa Timur, sehingga kawasan ini tidak pernah sepi dari pelayaran.

Termasuk, Laut Hitam juga menjadi jalur pelayaran utama bagi Ukraina mengirimkan jutaan ton biji-bijian ke sejumlah negara terutama negara krisis di dunia.

Selain itu, Laut Hitam juga sebagai jalur transportasi,  sering dijadikan destinasi wisata bagi para wisatawan dari negara-negara di sekitarnya.

Baca juga: Militer Ukraina Tembak Jatuh Tiga Rudal Penjelajah Milik Rusia

Teori Arah Mata Angin

Pada zaman dulu, warna berbeda dipakai untuk menunjukkan arah sebuah mata angin, seperti hitam untuk utara, merah untuk selatan, kuning untuk timur dan barat untuk putih.

Lantaran Laut Hitam berada di sebelah utara Laut Mediterania, lantas penyebutannya menjadi laut hitam atau laut yang ada di sebelah utara. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Perjanjian Dagang RI-AS: Era Kecemasan Sistem Pembayaran dari “Ayat-ayat Setan”

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group DUNIA tak lagi volatile, tapi sudah… Read More

2 hours ago

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

7 hours ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

8 hours ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

8 hours ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

8 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

10 hours ago