Launching Mobile Aplikasi, Akseleran Sasar UKM dan Investor Ritel
Jakarta — Perusahaan financial technology (fintech) peer-to-peer lending, PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran), telah meluncurkan mobile aplikasi versi 2.0 pada Selasa, 11 September 2018, untuk memudahkan masyarakat Indonesia yang ingin menjadi investor maupun pelaku Usaha, Kecil, Menengah (UKM) yang ingin mendapatkan pinjaman dana modal usaha.
Dalam waktu 28 hari sejak diluncurkan, pengguna Akseleran di Android telah mencapai 1.700 total install dengan 431 pengguna aktif. CEO & Co-Founder Akseleran, Ivan Nikolas Tambunan, mengatakan bahwa inisiatif dari pengembangan teknologi mobile aplikasi merupakan bagian dari visi dan misi perusahaan untuk mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia menjadi realitas. Sebelumnya, Akseleran telah aktif memberi pinjaman melalui website sejak Oktober 2017.
“Sekarang luncurin mobile aplikasi. Idenya supaya masyarakat Indonesia, yang pengguna internetnya banyak, bisa mengakses Akseleran lebih mudah. Ditambah dengan fitur baru kami, yakni Auto Investment,” ujarnya, Senin (24/09).
Baca juga: Akseleran Targetkan Raih 600 Borrower dan 42.000 Lender
Ivan menambahkan, Akseleran melalui aplikasi di Android, akan menjadi salah satu daya dobrak perusahaan dalam merealisasikan total pembiayaan sebesar Rp200 miliar dengan raihan jumlah pengguna sebanyak 45 ribu hingga akhir tahun 2018.
Sementara itu, Chief Technology Officer (CTO) & Co-Founder Akseleran, Rassel Pratomo, mengungkapkan empat hal future development Akseleran meliputi biometric authentication, new product development, optical character recognition, dan machine learning. Di samping itu, dia menjelaskan, inovasi yang dilakukan Akseleran tidak berhenti sampai di sini saja.
“Rencananya, pada awal November 2018, kami akan meluncurkan aplikasi Akseleran di App Store atau iOS bagi para pengguna iPhone sehingga ke depan yang menggunakan Akseleran dari aplikasi akan mencapai 70% dibandingkan dari website sebanyak 30%,” kata Rassel, Senin (24/09). (Ayu Utami)
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More