Market Update

Lanjutkan Tren Penguatan, IHSG Dibuka Menghijau 0,32%

Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9:00 WIB (29/3) indeks harga saham gabungan (IHSG) masih bertahan di zona hijau pada level 6.782 atau menguat 0,32%.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 550 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 45 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp245 miliar.

Kemudian, tercatat terdapat 68 saham terkoreksi, sebanyak 196 saham menguat dan sebanyak 228 saham tetap tidak berubah.

Sebelumnya, BNI Sekuritas melihat IHSG berpeluang naik terbatas, dari andle Bullish Harami dan di atas 5 Day MA pada hari ini. Trend Bearish, selama di bawah 6.815, IHSG closing di atas 5 day MA (6.707) dan di bawah 6.925 (200 day MA).

Indikator MACD bearish, Stochastic bullish, candle bullish harami. Jika bisa di tutup harian di bawah 6.815, IHSG masih berpeluang koreksi, target 6.728 DONE/6.653 DONE/6.600 DONE/6.557 DONE/6.500. Jika closed di atas 6.641, peluang menuju 6.711 DONE/6.815. Range breakout berada di 6.542 – 6.824.

“Level resistance berada 6.764/6.801/6.824/6.862 dengan 6.741/6.710/6.670/6.631 Perkiraan range di 6.710 – 6.810,” ucap Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakarias Siregar dalam keterangan resmi di Jakarta, 29 Maret 2023.

Pada perdagangan kemarin (28/3) bursa di kawasan regional Asia Pasifik mengalami pergrakan yang beragam akibat Wall Street melihat kekhawatiran investor terhadap penyebaran masalah perbankan baru-baru ini mereda setelah First Citizens BancShares setuju untuk membeli bagian besar dari Silicon Valley Bank.

Di antara bursa yang mencatat kenaikan adalah bursa Australia (S&P/ASX 200 dan All Ordinaries) serta Kospi Composite Index. Namun di sisi lain Shenzen Index dan TSEC Weighted Index melemah.

Sedangkan, dari Amerika Serikat (AS), kemarin indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah sebesar 0,12%, begitu juga dengan S&P 500 yang turun sebesar 0,16%, sementara indeks Nasdaq turut terkoreksi sebesar 0,45%.

Adapun, Yield obligasi naik dengan tingkat suku bunga pada U.S. Treasury note 2 tahun kembali naik di atas 4%, yang memberikan tekanan pada saham dan perusahaan teknologi. Bursa Eropa menguat. Saham Credit Suisse dan UBS naik, namun di sisi lain saham Deutsche Bank terkoreksi. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Standard Chartered Beberkan Peluang Investasi pada 2026

Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More

34 mins ago

Profil Juda Agung, Wamenkeu Baru dengan Kekayaan Rp56 Miliar

Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More

60 mins ago

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83 Persen ke Posisi 7.874, Seluruh Sektor Tertekan

Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More

1 hour ago

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

1 hour ago

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

2 hours ago

Danamon Pede AUM Tumbuh 20 Persen di 2026, Ini Pendorongnya

Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More

3 hours ago