Market Update

Lanjutkan Penguatan, IHSG Kembali Dibuka Naik 0,22 Persen ke Level 7.375

Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (5/1) indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali dibuka pada zona hijau ke level 7.375,67 atau menguat 0,22 persen dari level 7.360,03 pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 288 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 22 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp232 miliar.

Kemudian, tercatat terdapat 87 saham terkoreksi, sebanyak 171 saham menguat dan sebanyak 269 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Diprediksi Melemah Terbatas, Berikut Pemicunya

Sebelumnya, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman melihat bahwa IHSG secara teknikal hari ini berpotensi koreksi terbatas.

“Dengan level support IHSG berada di 7.280-7.330 dan level resist IHSG berada di 7.400-7.450,” ucap Fanny dalam risetnya di Jakarta, 5 Januari 2024.

Lebih lanjut, Fanny menjelaskan bahwa bursa saham di Wall Street kembali ditutup variatif dari awal perdagangan setelah data pekerja Amerika Serikat (AS) yang menguat dan adanya aksi taking profit para investor, di mana Dow Jones ditutup menguat tipis 0,03 persen, S&P 500 turun 0,34 persen, dan Nasdaq melemah 0,56 persen.

“Pelemahan Wall Street juga dipicu setelah data pekerja AS yang menguat dari hasil klaim pengangguran mingguan AS yang turun lebih dari yang diperkirakan tingkat pengangguran masih berada di bawah 4 persen karena perusahaan menimbun pekerja karena kesulitan mencari tenaga kerja pasca pandemi COVID-19,” imbuhnya.

Sementara itu, bursa regional Asia menghadapi tekanan dari pelemahan Wall Street setelah risalah rapat The Fed mengindikasikan suku bunga akan tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama, dari pertemuan 12-13 Desember 2023.

Baca juga: Ini 3 Catatan Penting Wapres Ma’ruf Amin untuk Pasar Modal Indonesia

Terlihat pada perdagangan kemarin, Nikkei melemah 0,53 persen, Hang Seng stagnan, serta Shanghai turun 0,43 persen, dan Strait Times juga melemah 0,79 persen.

Adapun, bursa saham Asia diperkirakan akan mendapat dorongan dari penurunan suku bunga dan pelemahan dolar pada tahun 2024, akan tetapi kinerja secara keseluruhan sangat bergantung pada pemulihan perekonomian China. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

2 hours ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

2 hours ago

Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More

3 hours ago

IHSG Berbalik Ditutup Menguat 0,39 Persen, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More

3 hours ago

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

4 hours ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

4 hours ago