Market Update

Lanjutkan Penguatan, IHSG Ditutup Menghijau 0,10%

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini kembali ditutup ke zona hijau sebesar 7,03 poin atau menguat 0,10% ke level 6736,68 dari dibuka di level 6729,64 pada pembukaan perdagangan hari ini (23/5).

Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 263 saham terkoreksi, 260 saham menguat, dan 217 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 18,02 miliar saham diperdagangkan dengan 1,35 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp10,9 triliun.

Hal tersebut juga diikuti oleh beberapa indeks yang mengalami penguatan, seperti IDX30 menguat 0,08% menjadi 492,56, LQ45 menguat 0,07% menjadi 946,11, SRI-KEHATI menguat 0,26% menjadi 436,96. Sedangkan, JII melemah 0,56% menjadi 541,07.

Kemudian, sebagian besar sektor mengalami penguatan, sektor tersebut adalah sektor transportasi menguat 1,43%, sektor siklikal menguat 1,37%, sektor industrial menguat 0,39%, sektor non-siklikal menguat 0,22%, sektor keuangan menguat 0,19%, sektor kesehatan menguat 0,16%, dan sektor properti menguat 0,06%.

Sedangkan, sektor lainnya menunjukan pelemahan, sektor tersebut di antaranya, sektor teknologi melemah 0,96%, sektor energi melemah 0,82%, sektor bahan baku melemah 0,66%, dan sektor infrastruktur melemah 0,50%.

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Victoria Investama Tbk (VICO), PT Victoria Insurance Tbk (VINS), dan PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI). Sedangkan saham top losers adalah PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ), PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR), dan PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA), PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX), dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

2 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

7 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

7 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

9 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

19 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

20 hours ago