Market Update

Lanjutkan Penguatan, IHSG Dibuka Menghijau 0,35%

Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9:00 WIB (24/2) indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali memasuki zona hijau pada level 6.863 atau menguat 0,35%.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 267 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 20 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp224 miliar.

Kemudian, tercatat terdapat 90 saham terkoreksi, sebanyak 160 saham menguat dan sebanyak 288 saham tetap tidak berubah.

Sebelumnya, BNI Sekuritas melihat bahwa secara teknikal IHSG masih berpotensi rebound, dimana Indikator crossover meski below 5 Day MA pada hari ini. Trend Bullish, selama di atas 6.815, IHSG closing di bawah 5 day MA (6.862) dan di bawah 6.959 (200 day MA).

Indikator MACD bullish, Stochastic crossover di area bearish, candle inside day. Jika bisa di tutup harian di bawah 6.815, IHSG masih berpeluang koreksi dengan target 6.781 dan 6.711. Jika ditutup di atas 6.815, peluang menuju 6.906 DONE, 6.953 DONE, 7.046, dan range breakout berada di 6.803 – 6.961.

“Level resistance berada 6.873, 6.910, 6.932, 6.961 dengan support 6.809, 6.781, 6.758, 6.711. Perkiraan range di rentang 6.800 – 6.890,” ucap Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakarias Siregar dalam risetr dikutip, 24 Februari 2023.

Pada perdagangan kemarin (23/2), sebagian besar bursa Asia Pasifik mengalami koreksi setelah rilis risalah the Fed yang menunjukkan bahwa anggota lembaga tersebut masih berkomitmen untuk melawan inflasi dengan menaikkan suku bunga.

Diantara  yang mencatat penurunan cukup signifikan adalah STI Index. Di sisi lain Kospi dan TSEC Weighted Index menguat. Bank of Korea mempertahankan suku bunga di level 3,5%, pertama kalinya setelah hampir dalam setahun terakhir menaikkan suku bunga, dan Hong Kong melaporkan inflasi Januari 2023 sebesar 2,4% yoy. Nikkei tutup sehubungan dengan hari ulang tahun Kaisar.

Dari Amerika Serikat (AS), Kemarin indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat sebesar 0,33%, begitu juga dengan S&P 500 yang naik sebesar 0,53%, sementara indeks Nasdaq juga menguat sebesar 0,72%.

Kenaikan indeks terjadi di tengah perdagangan yang fluktuatif karena investor tetap khawatir tentang rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve. Bursa Eropa ditutup bervariasi di mana FTSE melemah 0,29% sementara DAX Performance Index menguat 0,49%. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

2 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

2 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

3 hours ago

CIMB Perluas Segmen Affluent ASEAN Sejalan Strategi Forward30

Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More

4 hours ago

Cinema XXI (CNMA) Tebar Dividen Jumbo Rp980 Miliar, Ini Jadwal Pembayarannya

Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More

4 hours ago