Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu, 14 Mei 2025, kembali ditutup di zona hijau ke level 6.948,41 atau naik 1,69 persen dari level pembukaan di 6.832,80.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 19,08 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 880 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp9,42 triliun.
Kemudian tercatat terdapat 208 saham terkoreksi, sebanyak 405 saham menguat dan sebanyak 182 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Kembali Dibuka Menguat 1,39 Persen usai Libur Panjang
Lalu hampir seluruh sektor turut mengalami penguatan, dengan sektor keuangan naik 2,24 persen, sektor infrastruktur meningkat 2,08 persen, sektor energi menguat 1,94 persen, sektor transportasi naik 1,78 persen, sektor non-siklikal meningkat 1,32 persen.
Selajutnya, sektor bahan baku menguat 1,01 persen, sektor industrial naik 0,92 persen, sektor siklikal dan sektor properti meningkat 0,85 persen, lalu sektor kesehatan menguat 0,57 persen.
Sedangkan, hanya sektor teknologi yang mengalami pelemahan sebanyak 0,67 persen ditopang oleh turunnya saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 2,47 persen.
Baca juga: IHSG Berpeluang Terkoreksi, Intip Rekomendasi Saham Potensial Cuan
Adapun indeks-indeks bursa Asia mayoritas hijau, dengan Hang Seng Index Hong Kong naik 1,44 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai menguat 0,58 persen. Sedangkan, Nikkei 225 Index Tokyo turun 0,26 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More