Market Update

Lanjut Menguat, IHSG Sesi I Ditutup Menguat ke Level 6.958

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (27/6) ditutup dengan melanjutkan penguatannya sebesar 0,77 persen ke level 6.958,93 dari dibuka pada level 6.905,91.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 19,99 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 379 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp11,29 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 241 saham terkoreksi, sebanyak 271 saham menguat dan sebanyak 251 saham tetap tidak berubah. 

Baca juga: Prediksi Arah IHSG di Kuartal III 2024 Versi Sinarmas Sekuritas

Pada sesi ini, mayoritas sektor ditutup dengan mengalami penguatan, dipimpin oleh sektor keuangan yang naik 1,22 persen, didukung oleh saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menguat sebesar 2,52 persen dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,11 persen.

Lalu, sektor lain yang mengalami peningkatan adalah sektor teknologi menguat 0,92 persen, sektor kesehatan naik 0,78 persen, sektor bahan baku naik 0,63 persen, sektor infrastruktur menguat 0,25 persen, sektor transportasi naik 0,18 persen, sektor non-siklikal menguat 0,11 persen, dan sektor siklikal naik 0,01 persen.

Sementara, sisanya mengalami pelemahan, dengan sektor properti melemah 0,15 persen, diikuti sektor energi yang turun 0,13 persen, dan sektor industrial melemah 0,03 persen.

Baca juga: Jual Saham Suryacipta Swadaya ke PBL, SSIA Bakal Kantongi Rp2,8 Triliun

Di sisi lain, indeks bursa Asia terpantau bervarisi, terlihat dari Nikkei 225 Index Tokyo yang turun 0,98 persen, diikuti Hang Seng Index Hong Kong melemah 2,20 persen, dan Shanghai Composite Index Shanghai turun 0,72 persen. 

Sedangkan, Straits Times Index Singapore yang naik 0,36 persen, Indonesia Composite Index Jakarta menguat 0,77 persen, dan Indonesia LQ45 Index Jakarta yang mengalami peningkatan 1,29 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Kebijakan Fiskal Ugal-Ugalan, Apa Tidak Dipikirkan Dampaknya?

Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More

32 mins ago

OJK Setujui Pencabutan Izin Usaha Pindar Milik Astra

Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More

52 mins ago

OJK Resmi Bentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital

Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More

1 hour ago

Infobank Perbaiki Perhitungan LAR, Rasio Bank BCA Syariah Turun Jadi 5,53 Persen

Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More

1 hour ago

OJK Optimistis Kinerja Perbankan Tetap Solid di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More

1 hour ago

Kedudukan dan Otoritas Danantara Pascarevisi Keempat UU BUMN

Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More

2 hours ago